Pengaruh 7-step problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari kemampuan bernalar ilmiah siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang / Amin Mustajab

Mustajab, Amin (2019) Pengaruh 7-step problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari kemampuan bernalar ilmiah siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang / Amin Mustajab. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

1 RINGKASAN Mustajab, Amin. 2019. Pengaruh 7-step Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah ditinjau dari Kemampuan Bernalar Ilmiah Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Malang. Tesis. Program Pascasarjana, Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muhardjito, M.S., (2) Dr. Sunaryono, M.Si. Kata Kunci: 7-step problem based learning, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan bernalar ilmiah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model 7-step PBL dan konvensional ditinjau dari kemampuan bernalar ilmiah tinggi dan rendah. Sampel pada penelitian ini (N) berjumlah 125 siswa yang dipilih menggunakan teknik statistik convienence sampling. Model yang digunakan dalam penelitian ini merupakan model penelitian kuantitatif dengan desain penelitian factorial 2 x 2. Data kemampuan pemecahan masalah dianalisa menggunakan uji statistik two-way anova. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran memberikan perbedaan secara statistik terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Rerata nilai kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model 7-step PBL sebesar 60,51. Pada kelas konvensional rerata nilai kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 51,12. Sebaran kemampuan pemecahan masalah pada kelas 7-step PBL adalah sebagai berikut, sebanyak 30,56% siswa berada pada level 1 (rendah). Sebanyak 40,32% siswa berada pada level 2 (sedang). Sedangkan pada kelas konvensional, sebanyak 29,03% siswa berada pada level 3 (sedang). Sebanyak 51,61% siswa berada pada level 1 (rendah). Pada level 2 (sedang) terdapat sebanyak 40,32% siswa. Sebanyak 9,67% siswa berada pada level 3 (sedang). Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, pertama pembelajaran 7-step PBL pada langkah klarifikasi istilah dan konsep memberikan kesempatan kepada guru untuk mengintervensi jika siswa memberikan penjelasan yang salah untuk kata/konsep dari masalah yang diberikan. Kedua, siswa diberi kesempatan menetapkan masalah yang disepakati tidak hanya menyebutkannya tetapi mendiskusikan rumusan masalah dan juga memeriksa relevansi yang lebih luas. Ketiga, membuat siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya menerima materi pembelajaran seperti pada kelas konvensional. kemampuan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran terhadap situasi/permasalahan yang baru pada kelas 7-step PBL lebih baik daripada kelas konvensional.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S2 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/111765

Actions (login required)

View Item View Item