Analisis level kemampuan geometri siswa SMP kelas VIII tentang segiempat berdasarkan perluasan teori van hiele melalui pemberian scaffolding / Fashihah

Fashihah (2020) Analisis level kemampuan geometri siswa SMP kelas VIII tentang segiempat berdasarkan perluasan teori van hiele melalui pemberian scaffolding / Fashihah. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Fashihah. 2019. Analisis Level Kemampuan Geometri Siswa SMP Kelas VIII tentang Segiempat Berdasarkan Perluasan Teori Van Hiele Melalui Pemberian Scaffolding. Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc. (II) Dr. Abd. Qohar, M.T. Kata Kunci: level kemampuan geometri, perluasan teori Van Hiele, scaffolding Kemampuan geometri merupakan kemampuan memahami representasi bangun dari berbagai sudut pandang, menganalisis sifat-sifat bangun geometri, serta memahami hubungan antar bangun geometri. Kemampuan geometri siswa dapat diklasifikasikan menggunakan perluasan teori Van Hiele. Berdasarkan observasi awal dapat diketahui bahwa kemampuan geometri siswa masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan melalui pemberian scaffolding. Scaffolding bertujuan untuk memberikan dorongan kepada siswa agar menyadari kesalahannya serta dapat memperoleh pemahaman konsep dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level kemampuan geometri siswa serta perubahan level kemampuan geometri melalui upaya pemberian scaffolding. Perluasan teori Van Hiele digunakan untuk menganalisis level kemampuan geometri siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian diperoleh berdasarkan hasil tes tertulis 1, yaitu dua siswa dari masing-masing level kemampuan geometri. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan pengerjaan instrumen tes 1, pemberian scaffolding, dan pengerjaan instrumen tes 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada level 0 (visual) mampu mendeskripsikan bangun berdasarkan pengamatan visual. Siswa pada level transisi ke-1 mampu mendeskripsikan bangun berdasarkan pengamatan visual serta mampu menganalisis beberapa sifat-sifat bangun segiempat. Siswa pada level 1 (analisis) mampu mendeskripsikan bangun berdasarkan pengamatan visual serta mampu menganalisis sifat-sifat bangun segiempat secara keseluruhan. Setelah pemberian scaffolding, dua siswa level 0 (visual) mampu mencapai level transisi ke-1. Satu siswa pada level transisi ke-1 mampu mencapai level transisi ke-2, sedangkan satu siswa lainnya tetap berada pada level transisi ke-1. Kemampuan geometri siswa tidak mengalami perubahan disebabkan kurangnya tingkat ketelitian siswa dalam mengerjakan tes. Dua siswa terakhir, yaitu siswa pada level 1 (analisis) mampu mencapai level transisi ke-2 dan level 2 (abstraksi). Siswa pada level 2 (abstraksi) mampu mendeskripsikan bangun berdasarkan pengamatan visual, menganalisis sifat-sifat bangun segiempat, serta menjelaskan hubungan antar bangun segiempat yang merupakan level tertinggi pada level kemampuan geometri siswa SMP.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S2 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 13 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110983

Actions (login required)

View Item View Item