Hubungan Asesmen afektif melalui self assessment dan peer assessment pada kemampuan pemecahan masalah siswa SMP dalam materi persamaan garis lurus / Mia Ardelina Finci Haloho

Haloho, Mia Ardelina Finci (2020) Hubungan Asesmen afektif melalui self assessment dan peer assessment pada kemampuan pemecahan masalah siswa SMP dalam materi persamaan garis lurus / Mia Ardelina Finci Haloho. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Haloho, Mia Ardelina Finci. 2019. Hubungan Asesmen Afekftif melalui Self Assessment dan Peer Assessment pada Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Materi Persamaan Garis Lurus. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D., Pembimbing (2) Dr. Abd Qohar, MT. Kata Kunci: Asesmen Afektif, Self Assessment, Peer Assessment, Kemampuan, Pemecahan Masalah Matematika. Asesmen seharusnya tidak hanya dilakukan pada peserta didik, melainkan harus dilakukan oleh peserta didik itu sendiri. Penilaian yang yang berpusat pada siswa itu sendiri ialah self assessment dan peer assessment. Kedua model ini dapat memberikan hubungan yang positif terhadap perkembangan peserta didik, selain itu juga, siswa akan lebih mengetahui sejauh apa dirinya menguasai suatu pembelajaran. Menurut Zurinal,dkk (2006) self assessment dan peer assessment merupakan penilaian nontes yang dapat mengukur ranah afektif. Selain berdampak pada siswa itu sendiri, hal ini juga akan membanyu guru untuk memberikan umpan balik kepada siswa. Oleh karena itu, perlu ada tinjauan mengenai bagaimana hubungan sikap siswa terhadap suatu pembelajaran khususnya dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model penilaian self assessment dan peer assessment dalam pembelajaran matematika khususnya dalam menyelesaikan sauatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan self assessment pada siswa SMP dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus, (2) mengetahui hubungan peer assessment pada siswa SMP dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus, dan (3) mengetahui secara langsung bagaimana asesmen afektif berpengaruh terhadap pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus. Asesmen afektif berfokus pada sikap sosial seperti sikap percaya diri, jujur, bertanggung jawab, peduli, dan menghargai. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif jenis Explanatory Survey Method, untuk menguji hipotesis susatu penelitian. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen dan independen. Valiabel dependen terdiri dari self assessment (X1) dan peer assessment (X2), variabel independen pada penelitian ini adalah pemecahan masalah (Y). Populasi penelitian siswa SMP kelas VIII tahun ajaran 2018/2019, yang memiliki tingkatan nialai UN tertinggi dan terendah pada tahun terakhir yaitu, SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 15 Malang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik sampling acak strata proporsional. Sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 123 siswa. Instrumen pada penelitian ini berupa soal tes pemecahan masalah, angket asesmen afektif melalui self assessment, dan angket asesmen afektif melalui peer assessment. Instrumen yang akan diujikan kepada sampel penelitian, terlebih dahulu di uji oleh validator ahli dan praktisi, untuk menghindari kesalahan yang tidak diinginkan. Berdasarkan hasil validasi instrumen pada validator ahli, diperoleh hasil uji ahli angket siswa (self assessment dan peer assessment) sebesar 1.00. Hail uji instrumen tes pemecahan masalah (mandiri dan kelompok) sebesar 1.00. Hasil penelitian yang menunjukkan self assessment berpengaruh signifikan terhadap pemecahan masalah matematika, dengan hashil self assessment tingkat signifikannya sebesar (thitung (4.790)ttabel (1.979)) , peer assessment tingkat signifikannya sebesar (thitung (5.396)ttabel (1.979)). Sedangkan secara simultan hubungan self assessment dan peer assessment terhadap pemecahan masalah memiliki pengaruh yang signifikan dengan uji F sebesar (69.649) Ftabel (3.072). Sumbangan efektif self assessment terhadap pemecahan masalah sebesar 24.9%, sedangkan peer assessment memiliki tingkat keefektifan sebesar 28.8%. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan pemecahan masalah (ranah kognitif) persamaan garis lurus ini menjukkan kategori baik sebanyak dan sangat baik sebanyak Begitu juga dengan self assessment yang menunjukkan kategori sangat baik sebanyak , cukup baik sebanyak , kategori baik sebanyak , kategori kurang sebanyak . Hasil Peer assessment itu sendiri menunjukkan kategori baik sebanyak , kategori cukup baik sebanyak , dan kategori kurang baik sebanyak .

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S2 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110982

Actions (login required)

View Item View Item