Proses berpikir analitis siswa dalam menyelesaikan masalah matematis "informasi terbatas" ditinjau dari kecerdasan majemuk (multiple intelligences) / Siti Nurjanah

Nurjanah, Siti (2019) Proses berpikir analitis siswa dalam menyelesaikan masalah matematis "informasi terbatas" ditinjau dari kecerdasan majemuk (multiple intelligences) / Siti Nurjanah. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Nurjanah, S. 2019. Proses Berpikir Analitis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematis “ Informasi Terbatas” Ditinjau dari Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Matematika, , Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Erry Hidayanto, M.Si., (II) Dr. Swasono Rahardjo, M.Si Kata kunci : proses berpikir analitis masalah informasi terbatas, kecerdasan majemuk Pemecahan masalah merupakan bagian dari keterampilan abad 21 dan bagian kurikulum matematika yang sangat penting, karena dalam proses pembelajaran siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah. Pemecahan masalah dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan cara formal (analitis). Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbedabeda dalam memecahkan masalah matematika tergantung dari jenis kecerdasan yang dimilikinya. Dari hasil pra penelitian dengan mengujicobakan soal informasi terbatas diperoleh hasil yaitu siswa melakukan seluruh tahapan berpikir analitis (differentiating, organizing dan attributing) namun memiliki cara yang berbeda dalam memecahkan masalah informasi terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian bagaimana perbedaan siswa berkecerdasan matematis logis dan linguistik dalam menyelesaikan masalah informasi terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir analitis siswa dalam menyelesaikan soal informasi terbatas berdasarkan kecerdasan majemuk. Dalam penelitian ini menggunakan tahapan berpikir analitik menurut Krathwohl yaitu differentiating, organizing dan attributing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan dua jenis data, yaitu data tertulis dan data verbal. Tes dan wawancara dilakukan terhadap siswa yang memiliki dominan kecerdasan matematis logis dan linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir analitis siswa berkecerdasan matematis logis dalam menyelesaikan soal informasi terbatas sebagai berikut : (1) proses berpikir diawali dengan membaca soal beberapa kali dengan tujuan untuk lebih memahami soal yang diberikan. (2) siswa berkecerdasan matematis logis melakukan penambahan informasi dengan menentukan harga barang di toko a dan toko B serta mengubah informasi. (3) siswa berkecerdasan logis matematis melakukan tahapan – tahapan proses berpikir analitik mengurai, menelaah serta menentukan hubungan antar masalah dengan melakukan differentiating, organizing dan attributing pada langkah – langkah penyelesaian masalah. (4) setelah di dapatkan harga termurah yaitu di toko A siswa berkecerdasan matematis logis tinggi tidak langsung membuat kesimpulan bahwa harga termurah di toko A, tapi ia mencoba mengecek hasil alternatif penyelesaian yang lain yaitu dengan cara menambah pembelian 1 item barang lagi di toko A. Proses berpikir analitis siswa berkecerdasan linguistik adalah sebagai berikut : (1) Siswa langsung membaca soal yang diberikan sambil menggaris vii bawahi poin – poin penting pada soal. Ia cukup membaca 1 kali soal yang diberikan. (2) melakukan penambahan informasi dan pengubahan informasi dengan menentukan harga baju dan celana di toko A dan toko B serta menentukan harga baju lebih mahal dari harga celana. (3) melakukan tahapan proses berpikir analitis dengan mengurai, menelaah serta menentukan hubungan antar masalah dengan melakukan differentiating, organizing dan attributing pada langkah – langkah penyelesaian masalah. (4) Setelah mendapatkan total harga di toko mana harga termurah dapat ia peroleh, S2 langsung yakin dengan jawaban yang telah ia peroleh. Jadi pada siswa berkecerdasan matematis logis tinggi serta siswa berkecerdasan linguistik tinggi tidak hanya melakukan tahapan berpikir analitis (differentiating, organizing dan attributing) dalam menyelesaikan ill structured problems tetapi juga melakukan penambahan informasi serta pengubahan informasi. Pada penelitian ini perbedaan antara siswa berkecerdasan matematis logis dan linguistik dalam menyelesaikan ill structured problems adalah saat mereka membaca soal yang diberikan, siswa berkecerdasan matematis logis tinggi membaca soal berulang kali untuk memahami soal, sedangkan siswa berkecerdasan linguistik tinggi cukup membaca soal satu kali saja.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S2 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 01 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110974

Actions (login required)

View Item View Item