Pemecahan masalah siswa pada materi bangun ruang berdasarkan tingkat kreativitas / Destri Mega Arumanita

Arumanita, Destri Mega (2019) Pemecahan masalah siswa pada materi bangun ruang berdasarkan tingkat kreativitas / Destri Mega Arumanita. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Arumanita, Destri Mega. 2019. Pemecahkan Masalah Siswa Pada Materi Bangun Ruang Berdasarkan Tingkat Kreativitas. Tesis, Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hery Susanto, M.Si, (2) Dr. Rustanto Rahardi, M.Si Kata kunci : pemecahan masalah, bangun ruang, tingkat kreativitas. Pembelajaran matematika menekankan pada proses pemecahan masalah dan daya kreativitas peserta didik. Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Akan tetapi, pada kenyataannya pembelajaran di kelas masih bersifat konvergen (satu arah) dan belum membiasakan memberikan soal-soal terbuka sehingga kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan kreativitas siswa belum optimal. Berdasarkan hasil observasi awal di SMPN 1 Papar guru masih menggunakan metode ceramah, dan pemberian soal yang bersifat rutin, mengakibatkan siswa menjadi pasif dan kurang dalam hal kreativitas memecahkan masalah. Hal ini ditunjukan hasil jawaban tes pada observasi awal, sebanyak 67% siswa melakukan remidial dan tingkat kreativitas siswa berada pada level kurang kreatif, secara keseluruhan siswa hanya menuliskan satu kemungkinan jawaban yang benar dan satu strategi pemecahan masalah dalam memecahkan masalah yang diberikan. Kreativitas menitik beratkan pada kemampuan siswa menghasilkan beragam jawaban benar yang bersifat baru pada permasalahan matematika terbuka. Terkait dengan kreativitas siswa dapat dibiasakan melalui pemberian soal non rutin dan soal yang memungkinkan memunculkan lebih dari satu cara penyelesaian. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Papar pada kelas VIII-G sebanyak 30 siswa dan subjek yang diambil dalam penelitian ini sebnayak 6 siswa. Materi yang digunakan adalah materi bangun ruang sisi datar kurikulum 2013 kelas VIII semester genap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan siswa dalam memecahkan masalah pada materi bangun ruang berdasarkan tingkat kreativitas siswa SMPN 1 Papar kelas VIII-G. Indikator yang digunakan meliputi kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility) dan kebaruan (novelty). Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Ada 4 kategori tingkat kreativitas yang digunakan yakni level 4 (sangat kreatif), level 3 (kreatif), level 2 (cukup kreatif), level 1 (kurang kreatif) dan level 0 (tidak kreatif). Hasil dari analisis data tes pemecahan masalah siswa digunakan untuk mengkategorikan tingkat kreativitas siswa berdasarkan indikator yang dicapai. Dipilih 6 subjek penelitian yakni 2 siswa kelompok kemampuan tinggi, 2 siswa kelompok kemampuan sedang dan 2 siswa kelompok kemampuan rendah. Pengumpulan data melalui tes dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan. Pengecekan keabsahan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian berdasarkan subjek yang dipilih menyatakan kreativitas siswa pada kelompok kemampuan tinggi mampu memenuhi indikator kreativitas yakni kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility) dan kebaruan (novelty) sehingga subjek berada pada level sangat kreatif dan terdapat siswa yang mampu memenuhi indikator kreativitas yakni keluwesan (flexibility) , subjek hanya mampu menunjukkan indikator kreativitas yakni indikator keluwesan (flexibility) sehingga subjek berada pada level cukup kreatif. Pada kelompok kemampuan sedang terdapat siswa yang memenuhi 1 indikator kreativitas yaitu keluwesan (flexibility) dalam hal ini siswa berada pada level cukup kreatif, pada kelompok kemampuan ini juga terdapat siswa yang hanya memenuhi indikator kreativitas yakni indikator kelancaran (fluency), sehingga siswa berada pada level kurang kreatif. Untuk siswa yang memiliki kemampuan rendah menuliskan 3 kemungkinan jawaban benar dan 1 kemungkinan jawaban benar, dalam hal ini terdapat siswa yang mampu menunjukkan dua indikator kreativitas yakni kelancaran (fluency) dan keluwesan (flexibility), sehingga siswa berada pada level kreatif. Terdapat juga siswa dalam kelompok kemampuan rendah yang tidak memenuhi sama sekali indikator kreativitas, sehingga siswa berada pada level tidak kreatif. Pada siswa dengan tingkat kreativitas sangat kreatif mampu memecahkan masalah yang diberikan dengan menggunakan 4 strategi pemecahan masalah yaitu menggunakan strategi penalaran deduktif, strategi menggambar, strategi membuat tabel dan strategi mengubah cara pandang terhadap masalah. Siswa pada tingkatan kreativitas sangat kreatif tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam memecahkan masalah yang diberikan. Pada siswa yang memiliki tingkat kreativitas kreatif dan cukup kreatif mampu memecahkan masalah yang diberikan dengan menggunakan 3 strategi pemecahan masalah yaitu menggunakan strategi penalaran deduktif, strategi menggambar dan strategi mengubah cara pandang terhadap masalah. Pada tingkatan kreatif dan cukup kreatif, siswa mengalami kesulitan untuk menemukan strategi lain untuk memecahkan masalah yang diberikan. Pada siswa yang memiliki tingkat kreativitas kurang kreatif dan tidak kreatif menggunakan 2 strategi pemecahan masalah yaitu strategi penalaran deduktif dan strategi menggambar. Pada tingkatan kurang kreatif dan tidak kreatif, siswa mengalami kesulitan untuk menemukan strategi lain untuk memecahkan masalah yang diberikan. Guru matematika SMP disarankan untuk melakukan pembelajaran yang tidak bersifat konvergen (kemampuan berpikir menemukan satu solusi dalam menyelesaikan masalah) tanpa merangsang proses berpikir divergen (kemampuan berpikir menemukan beberapa solusi untuk menyelesaikan masalah secara lancar, luwes dan orisinil), selain itu membiasakan pemberian soal-soal terbuka kepada siswa. Terkait dengan kelancaran (fluency) dalam memecahan masalah guru disarankan untuk memberikan permasalahan yang tidak rutin sehingga siswa lancar menjawab apabila dihadapkan pada permasalahan pada materi lainnya dalam pembelajaran matematika. Terkait dengan keluwesan (flexibility) dalam memecahkan masalah guru disarankan menerapkan strategi pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk menampilkan beberapa ide baru atau strategi baru yang beragam. Terkait dengan kebaruan (novelty) dalam memecahkan masalah guru disarankan memberikan stimulus bagi siswa yang dapat menghasilkan solusi baru yang berbeda. Penelitian ini hanya memfokuskan pada kreativitas siswa SMP pada materi bangun ruang sisi datar, bagi penelitian lanjutan terbuka untuk materi matematika lainnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S2 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110959

Actions (login required)

View Item View Item