Proses berpikir kritis siswa pada pemecahan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian / Nata Amanda

Amanda, Nata (2019) Proses berpikir kritis siswa pada pemecahan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian / Nata Amanda. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Amanda, Nata. 2019. Proses Berpikir Kritis Siswa pada Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A, (II) Dr. rer.nat. I Made Sulandra, M.Si Kata Kunci: Proses Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Ekstrovert, Introvert Latar belakang penelitian ini karena adanya fakta dilapangan bahwa guru seringkali merasa kesal terhadap siswa yang susah diatur, siswa yang banyak bertanya, siswa yang tidak pernah bertanya, siswa yang bersikap dingin atau bersikap keras hati. Kekesalan guru tersebut pada dasarnya disebakan oleh ketidaktahuan guru terhadap berbagai macam tipe kepribadian siswa yang ada menyebabkan guru merasa kesal dengan sikap siswa yang tidak sesuai dengan keinginan guru, kemudian memarahi, tanpa memahami, dan tanpa memberikan solusi yang sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan siswa. Dengan bermacam-macam tipe kerpibadian siswa bermacam-macam pula proses berpikir siswa dalam memecahkan suatu masalah khususnya pada proses berpikir krtis siswa. Proses berpikir kritis diturunkan dari aktivitas kritis menurut Ennis (1996) ada lima yaitu (1) mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan; (2) mampu mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah; (3) mampu memilih argumen logis, relevan, dan akurat; (4) mampu mendeteksi bias berdasarkan sudut pandang yang berbeda; dan (5) mampu menentukan akibat dari suatu pernyataan yang diambil sebagai suatu keputusan. Berpikir kritis sangat diperlukan oleh setiap orang untuk meyikapi permasalahan dalam kehidupan yang nyata. Berpikir kritis juga sangat diperlukan ketika melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan tidak memberi pendapat yang salah dan menyesatkan dalam satu komunitas (Asari, 2014). Sehingga, dengan adanya kemampuan berpikir yang sudah dibekali di sekolah, siswa dapat menghadapi masalah-masalah yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya maupun lingkungan kerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa pada pemecahan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Jenis penilitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E SMPN 4 Kota Malang. Subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang terdiri dari 2 siswa berkepribadian ekstrovert dan 2 siswa berkepribadian introvert. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Tes penggolangan tipe kepribadian, (2) tes pemecahan masalah matematika, dan (3) wawancara. ii Hasil penelitian ini adalah (1) Subjek penelitian dengan tipe kepribadian ekstrovert kurang mampu menyelesaikan masalah matematika dengan baik, sehingga subjek penelitian tipe ekstrovert membutuhkan orang lain untuk mempengaruhi cara berpikirnya dalam menyelesaikan masalah matematika yang dihadapi, (2) Subjek penelitian terlihat tegang jika dipengaruhi oleh orang lain dan cenderung tidak membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan masalahnay, sehingga subjek penelitian dengan tipe kepribadian introvert dapat menyelesaikan masalah matematika yang dihadapinya dengan baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S2 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110952

Actions (login required)

View Item View Item