Tingkat berpikir geometri siswa SMK berdasarkan teori Van Hiele ditinjau dari perbedaan jenis kelamin / Eddy Nugroho

Nugroho, Eddy (2019) Tingkat berpikir geometri siswa SMK berdasarkan teori Van Hiele ditinjau dari perbedaan jenis kelamin / Eddy Nugroho. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Nugroho, Eddy. 2019. Tingkat Berpikir Geometri Siswa SMK Berdasarkan Teori Van Hielle Ditinjau dari Perbedaaan Jenis Kelamin Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abadyo M.Si. dan (II) Dra. Santi Irawati M.Si., Ph.D. Kata Kunci : tingkat berpikir geometri, teori Van Hiele, perbedaan jenis kelamin Penelitian ini dilatari oleh adanya dugaan perbedaan tentang tingkat berpikir geometri siswa SMK laki-laki dan perempuan berdasarkan teori tingkat berpikir van Hiele. Berdasarkan dugaan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat berpikir siswa SMK yang menjadi subjek penelitian berdasarkan perbedaan jenis kelamin dan kemampuan matematikanya. Penelitian yang berpendekatan kualitatif naturalistik ini, mengambil 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan sebagai subjek penelitian yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kemampuan matematikanya. Dalam metode ini, untuk menjaring informasi tentang tingkat berpikir subjek penelitian, masing-masing subjek penelitian diwawancarai dengan enam kegiatan yang meliputi: (1) Menggambar bangun-bangun segiempat, (2) Menunjukkan dan mendefinisikan segiempat, (3) Menyeleksi bangun-bangun segiempat, (4) Menebak bangun misteri, (5) Keekuivalenan dua definisi jajargenjang, dan (6) Penerapan bangun segiempat. Hasil dari tiap kegiatan dianalisis dan selanjutnya ditentukan tingkat berpikir dari masing-masing subjek penelitian. Ada lima subjek penelitian yang memiliki tingkat berpikir 1, yaitu: Siswa laki-laki kelompok nilai tinggi dan rendah, semua siswa perempuan. Sedangkan hanya siswa laki-laki kelompok nilai sedang yang memiliki tingkat berpikir 0. Sebagian besar subjek memiliki kelemahan dalam hal menggunakan sifat-sifat yang tidak tepat untuk membedakan, mengidentifikasi, dan memilih bangun-bangun geometri. Subjek penelitian juga tidak dapat membayangkan bahwa banyaknya bangun segiempat berbeda yang dapat digambar adalah tak hingga banyak. Hampir semua subjek dalam penelitian ini masih mengabaikan class inclusion bangun-bangun segiempat meskipun mereka telah mampu membedakan bangun-bangun geometri berdasarkan sifat-sifat komponennya. Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah subjek penelitian memiliki tingkat berpikir geometri yang sama, yaitu baik siswa laki-laki dan perempuan berada pada tingkat berpikir 1 (Analisis). Hal ini berbeda jika ditinjau dari kemampuan matematikanya. Untuk siswa yang berada pada kelompok nilai tinggi dan nilai rendah, semua siswa berada pada tingkat berpikir 1, sedangkan pada kelompok nilai sedang memiliki anomali hanya seorang siswa (PS) yang berada pada tingkat berpikir 1 dan yang lain berada pada tingkat berpikir 0 (Visualisasi)

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S2 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Mar 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110936

Actions (login required)

View Item View Item