Vocational teachers' and students' perceptions of Mobile Assisted Language Learning (MALL) / Helena Octavia

Octavia, Helena (2019) Vocational teachers' and students' perceptions of Mobile Assisted Language Learning (MALL) / Helena Octavia. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Octavia, Helena. 2019. Persepsi Guru dan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap Pembelajaran Bahasa Berbasis Gawai, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (II) Dr. Enny Irawati, M.Pd. Kata Kunci: sekolah kejuruan, persepsi, pembelajaran bahasa berbasis gawai Mobile Assisted Language Learning (MALL) adalah manifestasi terbaru dari Computer Assisted Language Learning (CALL). Model pembelajaran ini telah menjadi populer selama dua dekade terakhir dan penggunaan serta manfaatnya telah dibahas dalam studi EFL. MALL memungkinkan pembelajaran formal dan formal untuk terjadi di mana saja dan kapan saja. MALL dapat meningkatkan otonomi siswa dan komunikasi antarsiswa. Terlepas dari manfaatnya, perangkat seluler atau gawai dapat menciptakan gangguan bagi siswa ketika dibawa ke ruang kelas. Untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh dalam penggunaan perangkat seluler di kelas bahasa, studi harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi guru dan siswa kejuruan tentang MALL. Penelitian ini dirancang sebagai survei. Responden survei terdiri dari 95 guru bahasa Inggris kejuruan dan 150 siswa sekolah menengah kejuruan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Para peserta berasal dari 13 sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Malang dan 3 sekolah menengah kejuruan (SMK) di kota Batu yang saat ini sedang menerapkan Mobile Assisted Language Learning (MALL). Wawancara dilakukan untuk mengeksplorasi data terkait hasil kuesioner yang dibagikan sebelumnya. Peserta wawancara dipilih dari kelompok guru dan siswa yang sama. Sebuah kuesioner dirancang untuk mengumpulkan data. Kuesioner terdiri dari 24 item (17 item untuk guru dan 7 item untuk siswa). Jadwal wawancara dikembangkan berdasarkan item kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif di mana tanggapan peserta disajikan dalam persentase dan kata-kata. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas guru menyetujui pernyataan yang diberikan dalam kuesioner. Para guru mengakui bahwa guru EFL harus dapat mengembangkan materi MALL untuk pengajaran mereka (76,9%). Mereka juga setuju bahwa materi MALL lebih mudah diakses daripada bahan tradisional (65,4%), lebih mudah dikembangkan (65,4%), dan lebih efektif dalam memberdayakan otonomi peserta didik (73,1%). Kurangnya pelatihan tentang MALL adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh guru Bahasa Inggris kejuruan dalam mengembangkan materi MALL (29%), diikuti oleh fasilitas berbasis komputer yang terbatas bagi guru untuk menghasilkan materi MALL (25%), dan resistensi budaya (22%) ). Kendala waktu, tampaknya, bukan salah satu masalah terbesar. Faktanya, 30% guru tidak setuju bahwa aspek ini dapat diperhitungkan. Selain itu, para guru tampak yakin tentang keahlian mereka untuk mengembangkan materi MALL karena 28% dari peserta tidak setuju dengan pernyataan ini. Sehubungan dengan pendanaan, 30% dari guru menanggapi “tidak setuju” dan hanya setengahnya (16%) menanggapi “setuju”. Kuesioner juga mengungkapkan kurangnya kemampuan guru dalam menguasai literasi komputer (29%), mengevaluasi kegunaan bahan MALL (26%), dan mengembangkan pengetahuan tentang prinsip dan teori bahan dan pengembangan MALL (25%). Sangat sedikit peserta yang melaporkan bahwa mereka sangat mahir dalam mengembangkan/mengadaptasi materi MALL (3%) dan mengevaluasi efektivitas materi tersebut (2%). Para siswa sepakat bahwa materi MALL lebih otentik (67%) dan lebih mudah diakses (59%) daripada materi pembelajaran tradisional. Penggunaan MALL dapat memicu interaksi kelas (64%) dan sebagai hasilnya pembelajaran dapat difasilitasi dengan baik (56%). Dengan menerapkan MALL di kelas, para siswa mengakui bahwa mereka bisa mendapatkan umpan balik langsung dari para guru (73%). Wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar guru dan siswa lebih menyukai penerapan MALL di kelas meskipun salah satu guru yang diwawancarai menyebutkan bahwa MALL tidak cocok dengan konteks di kelasnya dan beberapa siswa menyoroti bahwa perangkat seluler dapat membuat gangguan bagi pengguna selama proses pembelajaran.  Kesimpulannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kejuruan dan siswa menganggap Mobile Assisted Language Learning (MALL) bermanfaat untuk pembelajaran bahasa Inggris. Namun, hanya beberapa guru bahasa Inggris yang terbiasa dengan metode dan bahan pengajaran berbasis MALL. Akibatnya, mereka menemukan kesulitan dalam mengimplementasikan MALL di kelas

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S2 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110118

Actions (login required)

View Item View Item