Critical thinking as a stand-alone course: the preception and implementation within ELT realm / Ajeng Inayatul Ilahiyah

Ilahiyah, Ajeng Inayatul (2020) Critical thinking as a stand-alone course: the preception and implementation within ELT realm / Ajeng Inayatul Ilahiyah. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Ilahiyah, Ajeng Inayatul. 2019. “Critical Thinking” sebagai Mata Kuliah Independen: Persepsi dan Implementasi di Bidang ELT. Tesis. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd, (2) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. Key words: ELT, berpikir kritis, persepsi. Critical thinking atau berpikir kritis merupakan isu yang semakin penting dalam bidang pendidikan, khususnya di kalangan praktisi pendidikan dalam pengajaran bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi seorang dosen pendidikan bahasa Inggris (ELT) tentang critical thinking dan implementasinya dalam konteks pendidikan ELT di Indonesia. Studi ini menggunakan desain kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan pertanyaan terbuka, observasi kelas dan analisis dokumen. Studi ini melibatkan seorang dosen ELT yang mengajarkan critical thinking dalam sebuah matakuliah independen untuk memperoleh data yang dimaksud. Observasi dilakukan di kelas Critical Thinking and Problem Solving dan Second Language Acquisition. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa critical thinking merupakan “alat” untuk pemahaman bacaan, pemrosesan informasi, dan interpretasi verbal. Critical thinking perlu dipasang di otak mahasiswa ELT untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Di kelas Critical Thinking and Problem Solving, peran guru bergeser dari agen transfer pengetahuan ke agen transfer alat. Ilustrasi tersebut menggambarkan analogi antara alat dengan otak manusia dan sistem operasi dengan komputer atau teknologi. Strategi debat, teknik evaluasi, dan strategi pembelajaran aktif dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan critical thinking mereka secara efektif. Tantangan terbesar dalam mengajarkan critical thinking adalah kenyataan bahwa critical thinking masih merupakan hal yang cenderung baru bagi siswa. Isu tentang penilaian critical thinking tetap sulit dipahami meskipun ada asumsi bahwa menambahkan indikator critical thinking akan efektif untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang critical thinking. Studi ini menganjurkan bahwa pengajaran critical thinking sebagai mata kuliah independen dalam pendidikan tinggi dapat dilakukan di setiap institusi pendidikan di Indonesia. Namun, tujuannya bukan semata-mata untuk menciptakan tenaga kerja melalui pendidikan. Ki Hajar Dewantara, pelopor pendidikan di Indonesia, mengatakan bahwa keberadaan pendidikan adalah untuk membantu siswa menjadi manusia bebas - mengajarkan critical thinking untuk kebangkitan peradaban manusia. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian serupa tentang mengeksplorasi persepsi para dosen di Indonesia tentang critical thinking dengan jumlah partisipan yang lebih banyak. Investigasi inklusif pada penilaian critical thinking juga disarankan untuk dilakukan. Terakhir, melakukan penelitian untuk menemukan korelasi antara pemahaman siswa tentang tata bahasa dan kemampuan critical thinking mereka lebih dalam sangat dianjurkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S2 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/110098

Actions (login required)

View Item View Item