Perkembangan kalimat anak usia empat sampai dengan sembilan tahun / Ahsani Maulidina

Maulidina, Ahsani (2019) Perkembangan kalimat anak usia empat sampai dengan sembilan tahun / Ahsani Maulidina. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Maulidina, Ahsani. 2019. Perkembangan Kalimat Anak Usia Empat sampai dengan Sembilan Tahun. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Dr. Nurchasanah, M.Pd. Kata Kunci: perkembangan kalimat, s-select, c-select, kalimat anak, anak usia 4—9 tahun Kalimat anak mempunyai karakteristik yang berbeda dengan kalimat orang dewasa, yaitu luwes, dinamis, dan diatur oleh kaidah tertentu. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa anak berada dalam tahap mengaktifkan kemampuan untuk mempelajari kaidah kalimat yang berlaku di lingkungannya. Proses memahami kaidah kalimat dilakukan secara alami, bertahap, dan tidak diajari. Kalimat anak berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Kalimat yang strukturnya rumit akan diperoleh akhir daripada kalimat yang strukturnya sederhana. Perkembangan kalimat anak dimulai dari kalimat satu kata kemudian dua kata dan pada akhirnya mengombinasikan dua kata atau lebih untuk membentuk kalimat yang lebih panjang. Anak usia 4—9 tahun mengalami perkembangan kalimat dengan pesat karena telah memasuki masa usia kritis dan periode sensitif perkembangan bahasa. Perkembangan kalimat anak lebih mudah diamati karena dari segi sintaktis masih belum stabil sehingga memungkinkan untuk terus berkembang, sedangkan kalimat orang dewasa sudah sistematik. Struktur kalimat yang sudah sistematik sudah tidak dapat mengalami perubahan atau tingkat pemerolehan dari segi sintaktisnya berkurang. Pada tahap awal perkembangan kalimat, kaidah semantik diperoleh dan berkembang lebih dahulu daripada kaidah sintaksis. Anak tidak melihat kalimat itu benar atau salah, tetapi yang dilihat adalah kalimat tersebut mudah dipahami atau tidak. Saat anak memahami kalimat, struktur, dan kata-kata dari kalimat tersebut cenderung memudar, tetapi maknanya cenderung bertahan dalam pikiran. Setelah memahami kalimat, pengenalan struktur kalimat lebih cepat daripada maknanya yang menandai awal berkembangnya kaidah sintaksis anak. Perkembangan kalimat anak dilihat dari kesesuaian pemilihan kata dengan makna antara predikat dengan argumennya (s-select) dan kesesuaian pemilihan komponen kategori frasa dengan fungsi unsur kalimat antara predikat dengan argumennya (c-select). Fokus penelitian ini ada dua, yaitu (1) perkembangan kalimat anak 4—9 tahun dari segi c-select dan (2) perkembangan kalimat anak usia 4—9 tahun dari segi s-select. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lintas-seksi atau cross-sectional research. Data dalam penelitian ini adalah kalimat anak yang mengandung c-select dan s-select. Sumber data penelitian ini berupa tuturan anak usia 4—6 tahun di TK Negeri Pembina Purwosari dan 7—9 tahun di SDN Sengon 1. Instrumen utama yang digunakan penelitian ini adalah peneliti. Selain itu, ada dua instrumen pendukung yang digunakan, yaitu instrumen untuk pengumpulan data dan untuk analisis data. Ada tiga instrumen yang digunakan saat pengumpulan data, yaitu pedoman perekaman, pedoman pengamatan dan pencatatan, dan pedoman transkripsi data. Ada empat instrumen yang digunakan dalam analisis data, yaitu dua instrumen pada tahap pra-analisis yang berupa pedoman reduksi dan kodifikasi data dan dua instrumen saat analisis data berupa pedoman analisis c-select dan s-select. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah teknik Simak Libat Cakap (SLC). Ada tiga kegiatan dalam teknik SLC, yaitu perekaman, pengamatan, dan pencatatan. Analisis data menggunakan teori tata bahasa penguasaan dan ikatan Chomsky. Teori theta Chomsky yang dijelaskan lebih lanjut oleh Cowper dan Haegeman pada TBPI digunakan untuk analisis s-select, sedangkan teori penguasaan dan ikatan digunakan untuk analisis c-select. Untuk memperoleh hasil yang diharapkan dilakukan uji keabsahan temuan dilakukan dengan tiga cara, yaitu ketekunan penelitian, triangulasi metode pneleitian, dan koreksi silang. Berdasarkan hasil analisis pada data, terdapat dua hasil perkembangan kalimat, yaitu perkembangan kalimat c-select dan perkembangan kalimat s-select. Hasil perkembangan kalimat anak usia 4—9 tahun dari segi c-select ada lima kalimat c-select, yaitu (1) kalimat berpredikat frasa verba, (2) kalimat berpredikat frasa adjektiva, (3) kalimat berpredikat frasa nomina, (4) kalimat berpredikat frasa numeralia, dan (5) kalimat berpredikat frasa preposisi. Hasil perkembangan kalimat s-select ada 4 jenis kalimat s-select anak, yaitu (1) kalimat berpredikat dengan satu peran theta, (2) kalimat berpredikat dengan dua peran theta, (3) kalimat berpredikat dengan tiga peran theta, dan (4) kalimat berpredikat dengan peran theta inti dan peran theta opsional. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian, dan pembahasan diperoleh dua simpulan sesuai dengan fokus penelitian. Pertama, perkembangan kalimat anak usia 4—9 tahun dari segi c-select. Kalimat anak usia 4—9 tahun dikembangkan berdasrkan kategori frasa pada predikat. Ada lima kalimat yaitu, kalimat berpredikat yang dikembangkan dengan inti leksikal nomina, verba, adjektiva, numeralia, dan preposisi. Masing-masing pola tersebut dapat dikalsifikasikan berdasarkan jumlah argumen dan keterangan tambahan yang hadir mendampingi predikat. Kategori frasa yang dapat menduduki argumen luar dan argumen dalam, yaitu FN, FN koordinasi, dan FN berpenjelas. Kategori frasa yang menduduki komplemen dapat berupa FN, FN koordinasi, FN berpenjelas, FA, FNum, FPrep, dan FV. Keterangan tambahan pada kalimat dapat berupa FN, FV, FA, FPrep, dan FNum. Perkembangan kalimat paa anak usai 4—9 tahun dapat dilihat dari jumlah argumen yang hadir mendampingi predikat, variasi dari pola kalimat berpredikat, penyusun masing-masing kategori, dan kehadiran keterangan tambahan dalam kalimat. Kedua, perkembangan kalimat anak usia 4—9 tahun dari segi s-select. Anak usia 4—8 tahun sudah menguasai 11 peran theta dan anak usia 9 tahun sudah menguasai semua peran theta, yaitu 13 peran theta. Beradasarkan kehadiran jumlah peran theta pada kalimat berpredikat ada 4, yaitu kalimat berpredikat dengan satu peran theta, kalimat berpredikat dengan dua peran theta, kalimat berpredikat dengan tiga peran theta, dan kalimat berpredikat dengan peran theta inti dan peran theta opsional. Peran theta yang menduduki argumen luar, yaitu peran theta tema, agen, dan pelaksana. Peran theta yang dapat menduduki argumen dalam, yaitu tema, penderita, dan pelaksana. Peran theta pada komplemen dapat berupa tema, tujuan, penderita, pelaksana, benefaktif, dan penerima. Peran theta yang dapat menduduki keterangan tambahan, yaitu tujuan, sumber, lokasi, waktu, instrumen, dan cara. Keenam peran theta yang menduduki keterangan tambahan tersebut memiliki karakteristik tersendiri dilihat dari preposisi yang digunakan. Peran theta tujuan ditandai dengan preposisi –ke, peran theta lokasi ditandai dengan preposisi –di, peran theta sumber ditandai dengan preposisi dari, dan peran theta instrument dan cara ditandai dengan preposisi dengan. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat diajukan tiga saran untuk dapat ditindaklanjuti oleh peneliti selanjutnya atau dapat digunakan sebagai catatan untuk melakukan penelitian lanjutan. Pertama, peneliti selanjutnya dapat meneliti dengan fokus kalimat susun balik pada anak-anak. Kedua, peneliti lanjutan dapat meneliti dengan fokus kalimat pelesapan pada anak. Ketiga, penelitian ini dapat ditindaklanjuti dengan melakukan penelitian lanjutan dengan jenis penelitian longitudinal research dan peneliti selanjutnya yang ingin melanjutkan penelitian ini disarankan untuk mencari sekolah dari dua jenjang (SD dan TK) yang selembaga.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/109349

Actions (login required)

View Item View Item