Perjuangan perempuan terhadap ketidakadilan gender dalam kumpulan cerpen akar pule karya Oka Rusmini / Luri Indri Antini

Antini, Luri Indri (2020) Perjuangan perempuan terhadap ketidakadilan gender dalam kumpulan cerpen akar pule karya Oka Rusmini / Luri Indri Antini. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Luri Indri Antini. 2019. Perjuangan Perempuan terhadap Ketidakadilan Gender dalam Kumpulan Cerpen Akar Pule Karya Oka Rusmini. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Taufik Dermawan, M.Hum., dan (II) Dr. Nita Widiati, M.Pd. Kata Kunci: Perempuan, Ketidakadilan Gender, Cerpen Karya sastra menceritakan segala permasalahan yang berasal dari kehidupan manusia. Permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dapat dijadikan kontemplasi oleh pengarang dalam menghasilkan karya sastra. Karya sastra yang mengangkat tema sesuai akar tradisi pengarang tumbuh dan dibesarkan sebagai keunikan yang memberikan tambahan cakrawala pengetahuan pembaca untuk mengenal Indonesia. Pengangkatan tema yang demikian, bisa dilihat pula, sebagai bentuk perlawanan terhadap tradisi yang ada. Tradisi yang ada membuat tokoh perempuan semakin tidak leluasa dalam melakukan hal apapun karena unsur ketidakadilan gender yang melatar belakangi munculnya bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh perempuan. Kehadiran feminisme memperjuangkan hak perempuan dalam hal berkaitan dengan penindasan kaum perempuan. Perbedaan gender yang mengakibatkan adanya ketidakadilan yang menimbulkan pertentangan dan permasalahan dari kaum perempuan untuk memperjuangkan haknya. Ketidakadilan gender merupakan sistem yang merugikan kaum perempuan. Laki-laki yang memiliki peran dan kedudukan yang berpengaruh terhadap ketimpangan sosial. Landasan konsep ketidakadilan terbagi menjadi lima yaitu, marjinalisasi perempuan, subordinasi perempuan, stereotipe, kekerasan yang dibagi menjadi empat yaitu, kekerasan fisik, kekerasan verba, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan beban kerja yang berlebih terhadap perempuan. Salah seorang pengarang perempuan yang mengangkat tema perempuan dan dominasi patriarki adalah Oka Rusmini. Melalui cerpen Akar Pule, Oka Rusmini menceritakan kehidupan perempuan yang ditafsirkan kerap bersinggungan dengan ironi yang mengakar dalam kehidupannya. Terkungkung dalam sistem patrilineal, tradisi yang memenjara, sekaligus tanggung jawab besar yang dilimpahkan Sang Pencipta. Terdapat sepuluh cerpen dalam kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rumini yang mengandung cerminan masalah kehidupan perempuan yang mengalami ketidakadilan didalam hidupnya. Muncul tiga fokus ketidakadilan terhadap perempuan di dalam penelitian ini, yakni (1) wujud ketidakadilan gender, (2) fantor-faktor penyebab ketidakadilan gender, dan (3) bentuk perjuangan perempuan melawan ketidakadilan gender dalam kumpulan cerpen yang Akar Pule karya Oka Rusmini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis gender dengan rancangan kajian feminisme. Sesuai dengan fokus penelitian, data tidak hanya dideskripsikan namun juga diinterpretasikan. Interpretasi berguna untuk mengungkapkan informasi, khususnya unsur ketidakadilan gender dalam kumpulan cerpen Akar Pule yang disajikan sesuai dengan fokus penelitian dan bertujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian yang dikaji secara mendalam dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. Data penelitian ini berupa unit-unit verba yang berwujud kalimat, paragraf, dan fragmen cerita yang menggambarkan unsur ketidakadilan yang dialami seorang perempuan dalam cerpen-cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini. Terdapat sepuluh judul cerpen yana ada didalam kumpulan cerpen tersebut. Kesepuluh cerpen tersebut dijadikan sebagai sumber penelitian. Adapun cerpen tersebut, yakni “Tiga Perempuan”, “Sipleg”, “Sepotong Tubuh”, “Seorang Perempuan dan Pohonnya”, “Sawa”, “Pastu”, “Palung”, “Grubug”, “Bunga”, dan “Akar Pule”. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menyusun panduan studi dokumentasi. Sehubungan dengan instrument penelitian, peneliti sebagai instrument kunci dalam meneliti, mengamati, mencermati hingga menganalisis data berdasarkan aspek-aspek fokus penelitian, yakni unsur ketidakadilan yang dialami tokoh perempuan. Secara khusus, analisis data dilakukan sesuai tujuan penelitian dengan menggunakan model analisis interaktif-dialektis yang didasarkan pada konsep dasar teori analisis gender dan feminisme dengan subtansi model analisis interaktif Miles dan Huberman (1992:20). Berdasarkan analisis penelitian kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini ada sepuluh cerpen yang dianalisis yakni “Tiga Perempuan”, “Sipleg”, “Sepotong Tubuh”, “Seorang Perempuan dan Pohonnya”, “Sawa”, “Pastu”, “Palung”, “Grubug”, “Bunga”, dan “Akar Pule”. Dianalisis berdasarkan dengan fokus penelitian. Menghasilkan temuan bahwa perempuan Bali yang mengalami ketertindasan dikelompokkan ke dalam kasta dan adat, pernikahan, mitos laki-laki, serta konstruk sosial. Perempuan-perempuan dalam cerpen Akar Pule ini tidak homogeny, artinya, tidak semua perempuan dalam karya ini berasal dari satu kasta tertentu, tetapi berbagai macam kasta. Tidak semua tokoh perempuan mengalami penindasan. Masyarakat Bali yang bersistem patriarki sekaligus memegang kasta membuat semakin jelas perlakuan yang didapat oleh perempuan Bali sebagai sosok yang tertindas. Tokoh perempuan dalam cerpen Akar Pule tetap menjalani segala bentuk aturan yang berlaku, termasuk segala aturan adat yang mengekang mereka. Pengarang menggambarkan adat Bali bagaimana seorang perempuan menikah, ia akan sepernuhnya menjadi miliki keluarga laki-laki, cerpen Akar Pule juga jelas memperlihatkan perempuan Bali yang memiliki kasta atas menikah dengan laki-laki kasta lebih rendah, akan dikeluarkan dari kelompoknya. Pengarang juga menggambarkan masyarakat Bali terbelenggu dengan mitos laki-laki. Semua keluarga ingin memiliki anak laki-laki. Dalam konstruk sosial Oka menghadirkan Bunga sebagai gambaran perempuan tertindas yang mengalami penderitaan sejak kecil. Anak perempuan dari kasta Sudra dan lahir dari ibu seorang pelacur akan memperoleh posisi yang sangat rendah di masyarakat. Dominasi laki-laki dan sistem kasta yang dianut oleh masyarakat Bali dalam kumpulan cerpen Akar Pule inilah yang menyebabkan ketidakadilan, ketimpangan, ketertindasan, dan dominasi terhadap kaum perempuan oleh kaum laki-laki. Perempuan-perempuan yang memiliki beban pekerjaan ganda karena tidak hanya melakukan perejaan yang biasanya dilakukan perempuan sebagai ibu rumah tangga,tetapi juga harus mengerjakan pekerjaan produksi yang mengakibatkan beban berlebih pada perempuan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 16 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/109344

Actions (login required)

View Item View Item