Bahasa guru untuk memotivasi siswa dalam interaksi pembelajaran / Wevi Lutfitasari

Lutfitasari, Wevi (2019) Bahasa guru untuk memotivasi siswa dalam interaksi pembelajaran / Wevi Lutfitasari. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Lutfitasari, Wevi. 2019. Bahasa Guru untuk Memotivasi Siswa dalam Interaksi Pembelajaran. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd, (II) Dr. Martutik, M.Pd. Kata Kunci: Bahasa guru, Motivasi, Interaksi pembelajaran Bahasa guru menjadi dominasi verbal untuk memotivasi siswa melalui interaksi pembelajaran. Dominasi tersebut diwujudkan melalui tuturan guru yang berfungsi untuk mendorong dan menyadarkan siswa agar meningkatkan minat belajarnya. Artinya, bahasa guru untuk memotivasi siswa sebagai salah satu penentu tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan demikian, penelitian tentang bahasa guru untuk memotivasi siswa perlu dilakukan sebagai telaah atas pengaruh bahasa guru dalam penentuan keberhasilan pembelajaran. Penelitian bahasa guru untuk memotivasi siswa diarahkan pada bahasa yang dituturkan guru melalui interaksi pembelajaran. Fokus dari penelitian ini meliputi: (1) Bahasa guru untuk memotivasi siswa dalam interaksi pembelajaran dilihat dari ragam kosakata tutur, (2) bahasa guru untuk memotivasi siswa dalam interaksi pembelajaran dilihat dari fungsi tutur, dan (3) Bahasa guru untuk memotivasi siswa dalam interaksi pembelajaran dilihat dari teknik tutur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian wacana kelas. Peneliti sebagai pengatur strategi dalam pemerolehan data secara alamiah. Lokasi penelitian ini berada di lembaga MTs Islamiyah Songgon yang terletak di Jalan Ahmad Yani 04, Kelurahan Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Data dalam penilitian ini berupa tuturan yang dilengkapi tindakan nonverbal guru ketika memotivasi siswa melalui interaksi pembelajaran. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran untuk UN (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan Matematika). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik sadap yang ditempuh melalui lima tahap, yaitu tahap perekaman data, tahap pentranskripsian data, tahap pengumpulan data hasil transkripsi, tahap seleksi data, dan tahap penampungan data. Analisi data penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu klasifikasi data, pengkodean data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ada tiga subbab penting sebagai hasil dari temuan dalam penelitian ini yang menguraikan karakteristik bahasa guru untuk memotivasi siswa. Pertama, ada empat ragam bahasa yang digunakan guru untuk memotivasi siswa ditinjau dari kosakata tutur, yaitu bahasa guru dari ragam kosakata tutur berbahasa Indonesia (baku dan tidak baku), bahasa guru dari ragam kosakata tutur berbahasa Jawa (ragam Ngoko dan ragam Krama), bahasa guru dari ragam kosakata tutur berbahasa Inggris, dan ragam kosakata tutur Tempaan (wujud kata dan pemaknaan kata). Kedua, ada dua fungsi tuturan bahasa guru untuk memotivasi siswa dalam interaksi pembelajaran, yaitu fungsi tutur pujian (menghargai respon siswa dan memberikan penguatan positif) dan fungsi tutur teguran (mengkritik, menyindir, dan menghukum). Ketiga, ada dua teknik tutur bahasa guru untuk memotivasi siswa, yaitu teknik tutur pemberian pertanyaan (pemberian pertanyaan secara personal dan pemberian pertanyaan secara kolektif) dan teknik tutur penarikan perhatian siswa (tindakan bernyanyi, ilustrasi fenomna faktual, dan perintah). Berdasarkan pembahasan hasil penelitian ada empat subbab penting sebagai pembahasan dari hasil temuan yang mengarah pada bahasa guru untuk memotivasi siswa. Pembahasan tersebut mengarah pada ragam kosakata tutur guru untuk memotivasi siswa, fungsi tutur guru untuk memotivasi siswa, teknik tutur guru untuk memotivasi siswa, dan temuan penting penelitian. Berikut uraian dari empat subbab tersebut. Pertama, bahasa yang digunakan guru untuk memotivasi siswa ditinjau dari kosakata tutur terdiri atas, bahasa Indonesia (baku dan tidak baku), bahasa Jawa (ragam Ngoko dan ragam Krama), bahasa Inggris, dan ragam kosakata tutur Tempaan (wujud kata dan pemaknaan kata). Bahasa Indonesia baku yang dituturkan guru diwujudkan dengan penggunaan kalimat inversi dan kalimat aktif. Kalimat inversi digunakan guru untuk memerintah siswa, sehingga unsur predikat diletakkan sebelum subjek untuk memberikan penekanan pada unsur tersebut. Kalimat aktif cenderung digunakan untuk menyampaikan maksud agar siswa (diposisikan sebagai unsur subjek) berperan aktif dalam pembelajaran. Bahasa Indonesia tidak baku yang dituturkan guru diwujudkan dengan kerancuan dalam penyusunan unsur kalimat berbahasa Indonesia, adanya peristiwa interferensi bahasa pada tuturan guru, dan adanya kosakata yang tidak bermakna ketika berbahasa Indonesia. Kerancuan dalam penyusunan unsur kalimat berbahasa Indonesia sebagai kesengajaan untuk membentuk makna teretentu dalam tuturannya. Adanya interferensi bahasa pada tuturan guru yang didasarkan latar belakang guru yang dwibahasa. Adanya kosakata yang tidak bermakna yang dipengaruhi hadirnya kaidah bahasa lain yang diterapkan ketika guru menuturkan bahasa Indonesia. Bahasa Jawa ragam Ngoko cenderung digunakan guru sebagai wujud dominasi verbal untuk mengendalikan peran siswa dalam mencapai pembelajaran yang kondusif. Bahasa Jawa ragam Krama berwujud Krama lugu cenderung digunakan untuk menghargai posisi siswa (penyebutan kata ganti siswa dengan sampeyan). Penghargaan yang berupa penggantian kata sapaan menjadi sampeyan tersebut pada dasarnya sebagai strategi guru dalam memperhalus perintah kepada siswa. Bahasa Inggris digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Ada kosakata bahasa Inggris yang dituturkan guru termasuk dalam kosakata populer. Selain itu, ada kosakata yang dituturkan guru termasuk dalam prokem atau bahasa gaul seperti kata guys. Guru menggunakan kata guys sebagai bahasa gaul untuk membangun keakraban dengan siswa jika dilihat dari hubungan antar penutur dan mitra tutur. Pengakraban diri yang dibangun oleh guru tersebut sebagai startegi untuk mendapatkan respon dari siswa. Bahasa dari ragam Tempaan guru berwujud kata dan pemaknaan kata. Hasil tempaan guru berwujud kata berfungsi untuk menggantikan kata lain yang dapat menarik antusias siswa. Hasil tempaan guru berwujud pemaknaan kata berfungsi untuk mengkritik dan menyindir siswa secara halus. Kedua, fungsi tutur guru untuk memotivasi siswa dimaknai sebagai penggunaan bahasa untuk memuji dan menegur siswa. Fungsi tutur pujian digunakan untuk menghargai respon siswa dan sebagai penguatan positif. Guru menghargai repson siswa melalui penggunaan diksi bermakna konotatif dan pemunculan persaingan. Diksi bermakna konotatif tersebut digunakan guru untuk menghargai antusias siswa dalam menjawab pertanyaan. Pemunculan persaingan sebagai strategi guru untuk menimbulkan persaingan antar siswa agar lebih antusias dan berprestasi dalam pembelajaran melalui pujian. Guru memberikan penguatan positif untuk siswa melalui pujian dengan maksud menyindir dan mengkritik siswa. Fungsi tutur teguran digunakan guru untuk pemberian kritikan, sindiran, dan hukuman kepada siswa. Ada enam pola yang diterapkan guru dalam memberikan kritikan kepada siswa, yaitu yaitu pola menuduh (pernyataan negatif, lugas, disertai celaan, dan harapan), perintah (diungkapkan secara lugas), menggerutu (ekspresi wajah tegang, nada tutur naik, volume besar, disertai peringatan), dan celaan (pernyataan negatif, lugas, dan nada tutur naik). Ada tiga sindiran yang digunakan guru, yaitu pola perbandingan, kecaman halus (celaan yang disampaikan dengan secara tidak langsung), dan tuduhan (memperhalus ungkapan). Pemberian hukuman oleh guru diterapkan melalui pembayaran denda sebagai bentuk peringatan dari guru untuk siswa. Ketiga, teknik tutur untuk memotivasi siswa dibedakan atas dua, yaitu pemberian pertanyaan dan penarikan perhatian. Teknik tutur pemberian pertanyaan dilakukan secara personal dan kolektif. Teknik pemberian pertanyaan diguankan guru untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam ranah kognitif. Selain itu, teknik tutur pemberian pertanyaan bertujuan untuk memotivasi siswa. Motivasi tersebut berupa dorongan dan penyadaran guru kepada siswa yang terbagi atas tujuh wujud, yaitu dorongan untuk meningkatkan fokus siswa dalam belajar, dorongan yang berupa pemberian stimulus agar siswa memahami gambaran awal dari topik dan tujuan pembelajaran, dorongan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, penyadaran untuk siswa segi kognitif dan afektif, penyadaran untuk siswa agar lebih memahami materi pembelajaran dan menghargai guru yang sedang menjelaskan materi, penyadaran untuk mengkritik tingkah laku siswa, dorongan dalam mempengaruhi sikap belajar siswa, dan dorongan sebagai wujud pemberian penguatan kepada siswa. Teknik penarikan perhatian dilakukan guru melalui tindakan bernyanyi, ilustrasi, dan perintah. Teknik tutur penarikan perhatian digunakan guru untuk meningkatkan antusias dan kosentrasi siswa dalam belajar. Tindakan bernyanyi dilakukan guru untuk menyindir siswa melalui lirik yang dinyanyikan. Teknik tutur pemberian ilustrasi bertujuan untuk menarik perhatian siswa khususnya dalam mempelajari materi tertentu melalui contoh fenomena faktual. Teknik penarikan perhatian bertujuan untuk menggerakkan siswa agar aktif dalam pembelajaran melalui praktik. Keempat, temuan penting penelitian berupa kosakata hasil tempaan guru yang berwujud kata dan pemaknaan kata. Ragam tutur hasil tempaan guru berbentuk kata berwujud kata dasar yang tidak dapat diartikan dalam bahasa apapun. Kata dasar tersebut terdiri atas, kata ongsronge, ngeres, ndengingok-ndengingok, dan melungker. Ragam tutur hasil tempaan guru berbentuk pemaknaan kata berwujud makna kata yang berberda dengan makna asli dari kata tersebut. Ragam tutur tersebut berupa pemaknaan kata kimples dan bleng.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/109331

Actions (login required)

View Item View Item