Penggunaan kata-kata misuh dalam komunikasi anak usia 4-6 tahun di Desa Rejosari Bantur / Yuli Rahayu Indriani

Indriani, Yuli Rahayu (2020) Penggunaan kata-kata misuh dalam komunikasi anak usia 4-6 tahun di Desa Rejosari Bantur / Yuli Rahayu Indriani. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Indriani, Yuli Rahayu. 2019. Penggunaan Kata-kata Misuh dalam Komunikasi Anak Usia 4-6 Tahun di Desa Rejosari Bantur. Tesis, Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hardika, M.Pd., (2) Dr. Ach. Rasyad, M.Pd. Kata Kunci: kata misuh, komunikasi anak Penggunaan kata-kata misuh di lingkungan masyarakat Desa Rejosari telah menjadi suatu kebiasaan yang tetap dianggap tabu. Misuh tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, namun juga anak usia dini. Makna dan tujuan dari pengucapan kata ini dapat berbeda-beda sesuai dengan kondisi ketika kata tersebut diucapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan kata-kata misuh, makna dan tujuan misuh, dan reaksi lingkungan sosial terhadap penggunaan kata misuh dalam komunikasi anak usia 4-6 tahun di Desa Rejosari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Lokasi penelitian berada di Dusun Balewarti Desa Rejosari Kecamatan Bantur yang sebagian masyarakatnya kerap mengucapkan kata-kata misuh. Sumber data utama pada penelitian ini adalah kata-kata atau tindakan dari anak usia 4-6 tahun, guru, orang tua, dan masyarakat Dusun Balewarti yang berkaitan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ verifikasi. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan empat kriteria, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata misuh yang sering diucapkan oleh anak adalah kontol, bokong, turuk, cangkem, patek, kirek, asu, bedhes, jangkrik, jancuk, taek, goblok, dan gendeng. Intensitas pengucapan kata jancuk lebih sering dibandingkan dengan kata lain. Tujuan anak mengucapkan kata misuh adalah untuk memaki ( jancuk, patek, goblok), bercanda (jancuk), mengumpat (bedhes, taek, goblok), kagum (gendeng), dan mengungkapkan kekesalan (jancuk, jangkrik, kirek, asu, kontol, bokong, turuk, cangkem, taek). Reaksi lingkungan sosial anak bervariasi, beberapa orang dewasa di sekitar anak menganggap bahwa misuh adalah sebuah kebiasaan buruk yang tidak patut untuk dicontoh. Sebagian masyarakat menganggap bahwa misuh adalah sesuatu yang biasa dilakukan dalam komunikasi bahkan beberapa warga mengajarkan misuh kepada anak. Saran berdasarkan temuan penelitian di atas bagi pihak sekolah sebaiknya perlu menanamkan nilai-nilai moral dan karakter anak terutama dalam mengucapkan lisan yang baik. Orang tua sebaiknya melakukan pengawasan terhadap anak sehingga mereka dapat diarahkan ketika mendapatkan pengaruh buruk dari lingkungan. Bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama sebaiknya menentukan norma-norma dan nilai moral yang disepakati bersama sehingga tidak ada perbedaan persepsi dalam penggunaan kata-kata misuh ketika berkomunikasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah (KSDP) > S2 Pendidikan Anak Usia Dini
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108969

Actions (login required)

View Item View Item