Kepemimpinan kolektif pada pendidikan terintegrasi antara sekolah formal (SD, SMP, SMA) dan pendidikan nonformal (pondok pesantren) di Yayasan Darussalam Blokagung Banyuwangi / Ainoer Roffiq

Roffiq, Ainoer (2019) Kepemimpinan kolektif pada pendidikan terintegrasi antara sekolah formal (SD, SMP, SMA) dan pendidikan nonformal (pondok pesantren) di Yayasan Darussalam Blokagung Banyuwangi / Ainoer Roffiq. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Roffiq, Ainoer. 2019. Kepemimpinan Kolektif pada Pendidikan Terintegrasi Antara Sekolah Formal (SD, SMP, SMA) Dan Pendidikan Nonformal (Pondok Pesantren) Di Yayasan Darussalam Blokagung Banyuwangi, Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nurul Ulfatin, M.Pd (II) Dr. H. Sulthoni, M.Pd Kata kunci: kepemimpinan kolektif, pondok pesantren, pendidika formal dan nonformal Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang memiliki karakteristik dan dinamikanya sendiri jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan formal seperti sekolah. Keberadaan pondok pesantren diyakini mampu memberikan konstribusi terhadap kontrol sosial yang lebih baik. Sehingga output dari pondok pesantren diharapkan menghasilkan lulusan-lulusan dengan kepribadian yang religius dan mampu berperan dengan baik pada kehidupan sosialnya. Perkembangan sistem pendidikan pada saat ini telah mendorong manajemen pendidikan pondok pesantren untuk menciptakan yang bukan hanya bernuansakan islami, namun disisi lain mampu mencetak lulusan dengan standar mutu yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan diakui secara formal. Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengkolaborasikan antara konsep pendidikan berbasis pondok pesantren dan pendidikan Nasional. Dalam pondok pesantren tersebut pendidikan formal dan pendidikan nonformal saling terintegrasi. Penelitian ini membahas bagaimana sistem kepemimpinan kolektif pada pendidikan terintegrasi pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi analitis, yaitu penelitian yang didasarkan pada pemecahan masalah berdasarkan fakta-fakta dan kenyataan yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pihak yayasan dan pelaksana di pendidikan formal yaitu SD, SMP dan SMA. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa kolektivitas antara masing-masing pendidikan formal dan nonformal terjadi dengan sistem koordinasi. Sekolah dengan tingkat SD, SMP, dan SMA ketika akan melaksanakan kegiatan atau melaksanakan agenda terkait kegiatan pendidikan di sekolah masing-masing melakukan koordinasi bersama-sama secara kolektif kepada Yayasan melalui koordinasi bidang-bidang yang terdapat di dalam yayasan. Kepala Sekolah sebagai pelaksana tertinggi memiliki kewenangan untuk mengagendakan segala aktivitas di lingkungan sekolah dengan sistem koordinasi bidang pendidikan kepada kepala yayasan untuk memutuskan ijin terkait pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108815

Actions (login required)

View Item View Item