Manajemen penguatan pendidikan karakter peserta didik (studi multi kasus di MTs Khadijah Malang dan SMPN 2 Malang) / Hafizhatul Amanah

Amanah, Hafizhatul (2019) Manajemen penguatan pendidikan karakter peserta didik (studi multi kasus di MTs Khadijah Malang dan SMPN 2 Malang) / Hafizhatul Amanah. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Amanah, Hafizhatul. 2019. Manajemen Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik: Studi Multi Kasus di MTs Khadijah Malang dan SMPN 2 Malang. Tesis. Prodi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd, (II) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si. Kata Kunci: manajemen, penguatan pendidikan karakter dan peserta didik. Penguatan pendidikan karakter (PPK) bertujuan untuk mengoptimalkan karakter yang sudah tertanam dalam diri peserta didik. Pedoman utama yang digunakan dalam penerapan kebijakan program ini adalah PP RI Nomor 87 Tahun 2017 tentang PPK, yang di dalamnya terdapatdelapan belas nilai karakter dan diperinci menjadi lima nilai utama yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses manajemen PPK, yang dilakukan oleh MTs Khadijah dan SMPN 2 Malang, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kehadiran peneliti sebagai instrumen utama penelitian. Sumber data yang diperoleh antara lain Kepala Sekolah, Humas, Kesiswaan, dan Guru BK. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisis lintas kasus, sehingga proses analisis data perkasus menggunakan tehnik pengumpulan, kondensasi, penyajian dan penarikan kesimpulan data, kemudian masing-masing kasus (individu) dianalisis untuk memperoleh temuan lintas kasus. Tehnik pengecekan keabsahan data menggunakan kreadibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmadibilitas. Hasil penelitian menunjukkan, (1) perencanaan pengadaan kegiatan PPK dilakukan dengan adanya usulan terlebih dahulu yang mempertimbangkan nilai-nilai karakter dan aturan-aturan dalam Islam tambahan dari MTs Khadijah, dari usulan tersebut dibuat kegiatan untuk mewujudkan penguatan, kemudian membentuk penanggung jawab oleh MTs Khadijah dan tim koordinator PPK oleh SMPN 2 Malang, membuat jadwal pelaksanaan kegiatan, MTs Khadijah membuat jadwal pembinaan pribadi oleh Kepala Madrasah sebelum evaluasi dilakukan dengan tim pengembang, sedangkan SMPN 2 Malang jadwal evaluasi dibuat oleh tim koordinator PPK langsung dengan tim pengembang, hasil perencanaan oleh MTs Khadijah disampaikan kepada orangtua peserta didik. (2) Kegiatan PPK dilakukan pada tiga kegiatan pembelajaran yaitu intrakurikuler dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam mata pelajaran, namun SMPN 2 Malang menambhkan kegiatan wajib sebelum KBM dimulai yaitu berdo’a sesuai agama dan menerapkan program “semut”, MTs Khadijah hanya berdo’a dan menekankan kedisiplinan pada peserta didik dan guru. Penguatan pada kegiatan kokurikuler dilakukan dengan menambah jam pelajaran, MTs Khadijah memperbanyak kegiatan keagamaan sedangkan SMPN 2 Malang memperbanyak kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan alam. Penguatan pada kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dengan menambahkan kegiatan dibidang olahraga, pengembangan minat dan bakat serta keagamaan, namun SMPN 2 Malang menekankan penguatan karakter religius pada bulan Romadhan, sedangkan MTs Khadijah Malang menyeimbangi antara bidang olahraga dan keagamaan. Penguatan juga dilakukan dengan menerapkan program 6 panca S, memasang bingkai besar berisi peraturan Madrasah, melalui pembiasaan, pembinaan dan percontohan langsung dari guru oleh MTs Khadijah Malang. Sedangkan SMPN 2 Malang memasang piala di lorong untuk meningkatkan motivasi belajar, memasang pemberitahuan dengan papan kecil di depan kelas, membuat kantin kejujuran, dan pembinaan secara terjadwal. (3) Pengontrolan dilakukan secara langsung oleh guru dan pembina, dan menggunakan beberapa instrumen seperti CCTV, buku tatib, layanan khusus individu dan kelompok, serta layanan dasar oleh Guru BK dan melalui sosial media oleh wali kelas oleh MTs Khadijah, sedangkan SMPN 2 Malang melalui 64 CCTV, loker pelaporan, BKS dan layanan Guru BK. (4) Evaluasi dilakukan dua kali oleh MTs Khadijah yaitu pembinaan dan evaluasi awal oleh Kepala Madrasah dan guru serta pembina, kemudian bersama tim pengembang, hasil dari informasi yang diperoleh kemudian menjadi hasil akhir penilaian sikap peserta didik pada rapor. Sedangkan SMPN 2 Malang evaluasi dilakukan dengan tim koordinator PPK, tim pengembang dan Kepala Sekolah saja, informasi dari semua instrumen yang digunakan dirangkum dalam buku rekapitulasi untuk menjadi pertimbangan dalam mencari tindakan perbaikan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108811

Actions (login required)

View Item View Item