Manajemen perubahan organisasional dalam mewujudkan mutu pelayanan publik (studi multi situs di PPPPTK Bidang Otomatif dan Elektronika, dan BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur) / Ida Kusumawati

Kusumawati, Ida (2019) Manajemen perubahan organisasional dalam mewujudkan mutu pelayanan publik (studi multi situs di PPPPTK Bidang Otomatif dan Elektronika, dan BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur) / Ida Kusumawati. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

1 RINGKASAN Kusumawati, Ida. 2019. Manajemen Perubahan Organisasional dalam Mewujudkan Mutu Pelayanan Publik (Studi Multi Situs di PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika, dan BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si, (2) Dr. Hj. Maisyaroh, M.Pd Kata Kunci: perubahan organisasional, manajemen perubahan organisasional, mutu pelayanan Berbagai tuntutan yang ada di lingkungan eksternal maupun internal organisasi mendorong organisasi melakukan perubahan pada seluruh area. Manajemen perubahan dipandang sebagai aspek permanen dari organisasi mana pun dan peluang untuk meningkatkan daya saingnya. Realita banyak dijumpai perubahan-perubahan yang telah dilakukan suatu organisasi mengalami banyak kendala dan hampir tidak membuahkan hasil. Organisasi tidak mampu menyediakan pengetahuan yang cukup bagi orang-orang yang berada dalam organisasi untuk bertindak sesuai tuntutan agenda perubahan yang telah dirumuskan. Tiga fokus yang dijawab dalam penelitian ini, yaitu: (1) perspektif pimpinan tentang perubahan organisasional; (2) manajemen perubahan organisasional; dan (3) dampak manajemen perubahan organisasional pada mutu pelayanan publik. Penelitian dilakukan di PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPPTK BOE), dan BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur. Melalui kedua organisasi tersebut penulis mengkaji lebih mendalam tentang manajemen perubahan organisasional pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dan program untuk mewujudkan pelayanan publik yang bermutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Lokasi penelitian, yaitu: PPPPTK BOE, dan BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi pasif, dan dokumentasi. Pemilihan informan melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan dalam dua tahapan yaitu analisis data situs individu dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data dengan derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan konfirmabilitas (confirmability). Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perspektif pimpinan tentang perubahan organisasional, adalah perubahan yang disebabkan dorongan lingkungan eksternal dan internal organisasi sehingga organisasi melalui pucuk pimpinan mengambil keputusan melakukan perubahan secara luas melalui reformasi birokrasi. Dalam melaksanakan perubahan berpedoman pada tugas pokok dan fungsi organisasi serta peraturan yang relevan dengan penumbuhan nilai-nilai sebagai budaya organisasi. Perubahan membawa implikasi yang luas terhadap seluruh komponen organisasi, manusia sebagai komponen kunci 2 organisasi dan pelaku perubahan dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, melaksanakan program organisasi, dan menjaga stabilitas organisasi untuk mewujudkan tujuan organisasi dalam jangka panjang. Kedua, manajemen perubahan organisasional pada aspek SDM dilakukan melalui: (1) tahap penumbuhan kesadaran, aktivitasnya melalui komunikasi di berbagai media, pertemuan secara berkala, dan penandatanganan pakta integritas; (2) tahap penumbuhan motivasi, aktivitasnya melalui pemberian konsekuensi-konsekuensi hasil penilaian kinerja terhadap anggota organisasi yang mendukung atau menolak perubahan organisasional; (3) tahap penguatan pengetahuan, aktivitasnya melalui pelatihan, role model, dan benchmarking; (4) tahap penerapan pengetahuan baru, aktivitasnya melalui pemberian fasilitas, pengawasan pimpinan, serta pemberian peran baru. Manajemen perubahan organisasional pada aspek program dilakukan melalui tahap: (1) persiapan (unfreezing), aktivitasnya pemahaman tugas pokok dan fungsi organisasi, pemahaman peraturan perundang-undangan yang relevan, pemahaman kondisi organisasi, dan pembentukan tim kerja; (2) pengelolaan (moving), aktivitasnya penyusunan, sosialisasi, pelaksanaan program kerja, penyusunan laporan pelaksanaan program kerja; dan (3) penguatan perubahan (refreezing), aktivitasnya pemantauan, evaluasi program kerja, dan pembakuan Standard Operating Procedure (SOP). Ketiga, dampak manajemen perubahan organisasional, yaitu terwujudnya mutu pelayanan publik sehingga memuaskan pengguna yang dipersepsikan terhadap sarana dan prasarana yang memadai, kenyamanan lingkungan, pelayanan yang profesional (administrasi, panitia dan pengajar, keterlibatan stakeholder, koordinasi), dan kebermanfaatan program sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berdasarkan hasil penelitian ini, pimpinan disarankan lebih berkomitmen dalam mendukung perubahan organisasional, meningkatkan perannya sebagai role model, lebih terbuka dan tanggap akan kebutuhan pengguna. Agen perubahan disarankan lebih mengefektifkan perannya dalam menggali potensi masalah dan penciptaan solusi efektif, pemantapan peran sebagai penggiat komponen organisasi utamanya SDM. Pada BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur disarankan menyusun laporan pelaksanaan program kerja sebagai dokumentasi formal dan memudahkan proses penelusuran terhadap suatu aktivitas perubahan yang telah dilaksanakan. Anggota organisasi disarankan lebih memacu diri dan berkomitmen untuk berperilaku sesuai tuntutan perubahan, meningkatkan keterampilan dan kinerjanya. Organisasi lain disarankan selalu belajar dari lingkungan eksternal dan internal organisasi termasuk belajar dari keberhasilan perubahan organisasional di tempat lain, lebih memacu diri dan pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Peneliti lain disarankan mengkaji lebih mendalam pada situs yang berbeda, rancangan dan teknik analisis yang berbeda, atau fokus lain yang relevan dan berkelanjutan. Karena keterbatasan penelitian perlu penelitian lebih lanjut perubahahan organisasional pada area: (1) penguatan tatalaksana, (2) penataan manajemen SDM, (3) penguatan akuntabilitas, dan (4) penguatan pengawasan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108810

Actions (login required)

View Item View Item