Flouted maxims in the Greatest Showman: implied meanings / Ariski Yuli Indasari

Indasari, Ariski Yuli (2019) Flouted maxims in the Greatest Showman: implied meanings / Ariski Yuli Indasari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Indasari, Y, A 2018. Penyimpangan Maksim di The Greatest Showman: Makna Implikasi. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. dan Maria Hidayati S.S., M.Pd. Kata Kunci: The Greatest Showman, penyimpangan maksim and makna implikasi. Grice (1989) menyatakan bahwa di dalam berkomunikasi, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, aturan itu disebut Prinsip Kerjasama. Prinsip-prinsip itu memiliki empat maksim: Maksim Kuantitas, Kualitas, Hubungan dan Cara. Namun, penutur serngkali tidak mematuhi aturan selama percakapan berlangsung. Kegagalan dalam mematuhi prinsip kerjasama menimbulkan si pendengar mengalami kegagalan dalam memahami konteks percakapan. Akhirnya, dalam percakapan seringkali pembicara memberikan makna yang terblesit atau makna implisit yang mana mengarah kepada penyimpangan maxim. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa penyimpangan maxim dan makna implisit di dalam percakapan yang diucapkan oleh beberapa tokoh di film The Greatest Showman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang terdiri dari deskripsi dan penjelasan. Data yang pada peneliti ini didapat dari sebuah situs yang bernama subscence.com; situs ini adalah sebuah situs untuk mengunduh berbagai macam subtitle film. Peneliti menemukan 85 percakapan yang tergolong ke dalam pelaggaran maksim oleh Grice. Peneliti menggunakan dua langkah pada bagian analisis data; (1) mengkategorikan percakapan ke dalam empat macam penyimpangan maxim dan (2) memastikannya ke dalam makna yang implisit. Hasil penemuan dan analisa menunjukkan bahwa percakapan dikategorikan ke dalam empat pelanggaran maksim; pelanggaran maksim kualitas, maksim cara, maksim kuantitas dan maksim hubungan. Pada penyimpangan maxim kualiti yaitu ditemukan sebanyak 44 percakapan yang memiliki makna implikasi; ejekan, sindiran, ironi, dan hiperbola, diikuti oleh 18 percakapan termasuk ke dalam penyimpangan maxim cara yang memiliki makna yang tidak jelas, selanjutnya diikuti oleh 15 percakapan pada penyimpangan maxim kuantiti yang memiliki arti pernyataan yang berlebihan, gurauan, menunjukkan kesopanan, dan pernyataan kasar. Penyimpangan maxim hubungan memiliki arti yang tidak berkesinambungan dengan topik. Dari hasil akhir, dapat disimpulkan bahwa percakapan yang ditemukan di dalam The Greatest Showman cukup beragam. Percakapan tersebeut menunjukkan penyimpangan maxim kualitas, cara, kuantitas, dan hubungan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S1 Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Feb 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/10848

Actions (login required)

View Item View Item