Sintesis dan karakterisasi nanopartikel magnetik samarium-cobalt dengan variasi suhu sintering / Alief Muhammad

Muhammad, Alief (2020) Sintesis dan karakterisasi nanopartikel magnetik samarium-cobalt dengan variasi suhu sintering / Alief Muhammad. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abstrak Muhammad, Alief. 2019. Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Magnetik Samarium-Cobalt Dengan Variasi Suhu Sintering. Tesis. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andoko, M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, M.T., Ph.D. Kata Kunci: Sol-gel, fasa, morfologi, gugus fungsi dan magnetik Teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi setiap manusia jaman sekarang. Electrical devices merupakan terknologi yang paling banyak dibutuhkan oleh manusia. Semakin tingginya kecanggihan sebuah devices baik itu elektronik maupun mekanik, untuk peningkatan teknologi tersebut salah satu material yang berperan penting adalah material magnetik. Kualitas bahan yang paling baik dari segi magnetik dan stabilitas termal adalah samarium-cobalt yang merupakan rare-earth material yang disintesis menggunakan metode sol-gel. Pengaruh suhu dalam sintesis juga memiliki peran dalam memanipulasi karakteristik dari material yang dihasilkan. Oleh karena itu, pada penelitian ini menciptakan nano samarium-cobalt dengan metode sol-gel pada variasi suhu. Karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, SEM, dan VSM digunakan untuk mempelajari sifat material yang dihasilkan. Analisa Identifikasi fasa menunjukkan bahwa semua sampel single-phase dan ukuran kristalit dibawah 100nm kecuali sampel dengan suhu 1300 ºC. Hanya sampel 1300 ºC saja yang bersifat amorphous. Hal ini disebabkan karena material Samarium-Cobalt tidak mampu menahan perlakuan panas suhu tinggi. Akibatnya material menjadi tidak stabil dan tidak dapat membentuk struktur lattice. Hasil analisa morfologi menunjukkan sampel akibat perlakuan panas suhu 400-600ºC menghasilkan material bersifat agglomerate dan berbentuk sub-angular aggregate. Pada 900-1300 ºC sampel menunjukkan mulai terdispersi hingga membentuk angular shape, tetapi pada suhu seperti mulai terjadi transformasi untuk saling memisah antar butir. Hingga akhirnya pada sampel 1300 ºC sampel membentuk struktur granular shape seperti ceramic material. Hasil Pengujian dengan menggunakan FTIR ditemukan beberapa ikatan yang muncul pada sampel. Namun intensitasnya yang meningkat seiring dengan meningkatnya suhu. Menandakan semakin tinggi variasi suhu ini akan menghasilkan material yang semakin sedikit menyerap gelombang infrared nya. Pada awal suhu 400-500 ºC material bersifat ferromagnetik disebabkan oleh super-exchange interaction pada rasio formula element. Kemudian pada suhu 500-600 ºC material mulai bertransformasi menjadi paramagnetik. Sedangkan pada suhu 900-1100 ºC material berubah menjadi superparamagnetik yang disebabkan oleh hyperfine coupling pada proses pemanasan dan zeeman effect yang jenis kedua saat dialiri medan magnet external. Terakhir pada suhu 1300 ºC material berbalik arah brubah menjadi antiferromagnetik baik dialiri medan magnet eksternal maupun tidak karena zeeman effect jenis kedua.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: ?? MTME ??
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Feb 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108472

Actions (login required)

View Item View Item