Deteksi indikasi korupsi di Malang Raya versi Malang Corruption Watch / Nurhidayatul Azyziyah

Azyziyah, Nurhidayatul (2019) Deteksi indikasi korupsi di Malang Raya versi Malang Corruption Watch / Nurhidayatul Azyziyah. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Azyziyah, Nurhidayatul. 2019. Deteksi Indikasi Korupsi di Malang Raya Versi Malang Corrruption Watch. Tesis. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si. Ak. CA, (II) Prof. Dr. H. Heri Pratikto, M.Si. Kata Kunci: deteksi korupsi, hasil audit, investigasi korupsi, pengaduan masyarakat. Pola korupsi di Indonesia mengikuti pola pemerintahan yang awalnya sentralistik menjadi desentralistik. Hal ini dapat dilihat pada masifnya korupsi yang terjadi di jajaran pemerintah daerah, termasuk di Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang). Sepanjang Tahun 2017-2018, 3 kepala daerah yang ada dilingkup Malang Raya ditangkap oleh KPK dengan kasus korupsi yang berbeda. Fokus dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti-korupsi Malang Corruption Watch (MCW) mendeteksi kasus korupsi di Malang Raya dengan fokus penelitian ialah (1) Bagaimana MCW memanfaatkan informasi dari pengaduan masyarakat, investigasi sendiri oleh MCW, serta hasil pemeriksaan BPK dalam mendeteksi kasus korupsi di Malang Raya?; (2) Bagaimana alur pendeteksian kasus korupsi yang dilakukan oleh MCW? Penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di LSM anti korupsi yang ada di Malang Raya yakni MCW yang mana informan pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Model interaksi Miles & Huberman digunakan sebagai acuan proses analisis data. Serta keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan peneuhan standar kredibilitas, standar kredibilitas, standar dependabilitas, dan standar konfirmasibilitas. Ditemukan bahwa MCW sebagai LSM anti-korupsi menggunakan pengaduan masyarakat sebagai bentuk pengawasan masyarakat dengan mempertimbangkan keikutsertaan dan kemauan pengadu terlibat dalam proses advokasi dan investigasi selanjutnya. Investigasi sendiri oleh MCW terbagi menjadi tiga sumber informasi yakni informasi verbal dari informan yang relevan, dokumen pemerintah, dan pengecekan fisik aset daerah. Sedangkan untuk sumber ketiga, MCW menggunakan hasil audit BPK atas laporan keuangan khususnya pada Buku 3 sebagai salah satu sumber deteksi dini kasus korupsi di Malang Raya. Hal ini didasari pada subtantif dari Buku 3 yang menjelaskan temuan terkait kegiatan pemerintah ataupun rekanan yang tidak mematuhi regulasi pemerintah dan dapat merugikan keuangan negara. Temuan pada Buku 3 LHP BPK memenuhi 2 unsur korupsi sesuai UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, yakni melawan hukum dan mengakibatkan kerugian negara. Sedangkan alur pendeteksian indikasi korupsi oleh MCW ada dua, yakni pengaduan masyarakat-investigasi sendiri oleh MCW dan alur kedua ialah dimulai dari temuan hasil audit BPK kemudian ditindaklanjuti dengan invesitgasi sendiri oleh MCW.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Akuntansi (AKU) > S2 Akuntansi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108460

Actions (login required)

View Item View Item