Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat suku tengger sebagai tumbuhan obat di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan konservasinya / Yusri Juma

Juma, Yusri (2020) Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat suku tengger sebagai tumbuhan obat di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan konservasinya / Yusri Juma. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Yusri Juma, 2019. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Suku Tengger di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Konservasinya. Tahun 2019. Tesis, Program Studi Biologi, Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr Ftchur Rohman M.Si. (II) Dr. Sulisetijono M.Si. Kata kunci: etnobotani, konservasi, suku tengger, Masyarakat Suku Tengger adalah masyarakat jawa yang masih sangat berpegang teguh dengan kearifan lokal yang di turunkan dari para leluhur mereka.. Salah satu kearifan local yang sampai saat ini masih di pegang teguh yaitu penggunaan tumbuhan sebagai obat yang dilakukan oleh masyarakat suku tengger dalam penyembuhan sebuah penyakit. Masyarakat Suku Tengger juga meramu tumbuhan tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman yang di dapatkan oleh para leluhur mereka dan ada juga yang di turunkan secara turun temurun. Untuk menjaga kelestarian dari tumbuhan obat di kawasan TNBTS perlu diadakannya upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis tumnuhan obat, cara pemanfatan serta upaya konservasi yang dilakukan untuk menjaga kelestarian tumbuhan obat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh dengan teknik wawancara melalui FGD (Forum Group Discusion). Teknik pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan indeks kepentingan budaya (index of cultural significance, ICS), nilai presepsi, nilai apresiasi dan angka partisipasi dalam upaya konservasi. Hasil penelitian dari Suku Tengger yang berada di tiga desa yaitu desa Ngadas, Ranu Pani, dan Cemoro Lawang, maka jenis-jenis tumbuhan yang saat ini masih dimanfaatkan sebagai obat yaitu wedusan (Ageratum conyzoides L), awar-awar (Ficus septica Burn F.), jahe (Zingiber officinale Rocs.), kayu putih (Eucalyptus alba Reinw. ex BI), kunyit (Curcuma domestica L.), stroberi tengger (Rubus idaeus L.), terong belanda (Solanum betaceaum Cav.), jambu wer (Prunus persica Zieb), jarak merah (Jatropha curcas L.), pulosari (Alyxia reinwardtii L.), jenggot wesi (Usnea berbata Fries), purweceng (Pimpinella pruacan Molkend), dringu (Acorus calamus L.), suri pandak (Plantago major L.), ampet (Astronia macrophilla L.), tepung otot (Stellaria saxatilis L.), sempretan (Eupatorium inofolium L.), ciplukan (Physalis angulate L.), Kenikir (C. caudatus Kunth), bawang merah (Allium cepa L.), ganjan (Artemisia vulgaris L.), semanggi (Marsilea crenata), alang-alang (Imperata cilyndrica L.), dan adas (Foniculum vulgare P (Mill)). Hasil analisis Index Of Cultural Significance (ICS) menunjukan bahwa Tumbuhan yang di kategorikan penting yang sering digunakan masyarakat Suku Tengger untuk dijadikan obat yaitu tumbuhan Adas dengan nilai presentase ICS 78,36%. Masyarakat Suku Tengger juga sering mengalami 11 gejala gangguan kesehatan yaitu, batuk, perut kembung, diare, bisul, keseleo, sakit perut, sakit kepala, nyeri otot, luka, masuk angina, dan maag. Organ tumbuhan yang selalu di gunakan sebagai ramuan obat-obatan yaitu akar, batang, buah, dan rimpang. Bagian-bagian tumbuhan tersebut diramu secara tradisional berdasarkan pada pengalaman yang di lakukan secara turun temurun oleh masyarakat Suku Tengger. Metode pengelolaan organ tumbuhan untuk pengobatan dilakukan dengan 4 cara yaitu, (1) direbus lalu diminum, (2) dihaluskan lalu di oles, (3) dimasak lalu dimakan, (4) dihaluskan lalu ditempel. Daun merupakan organ tumbuhan yang selalu di gunakan sebagai ramuan obat-obatan, kemudian akar, batang, buah, dan rimpang. Partisipasi Masyarakat Suku Tengger masih terlihat sangat tinggi dalam menjaga kawasan TNBTS yaitu (95%), karna masyarakat Suku Tengger sampai saat ini masih selalu mendukung program-program pemerintah TNBTS dalam pengelolaan hutan dan juga Masyarakat Suku Tengger selalu berpartisipasi dalam penanaman pohon dan juga melindungan hutan kawasan TNBTS, kemudian yang tidak ikut berpatisipasi dalam konservasi TNBTS cukup rendah (5%), karna sebagian masyarakat Suku Tengger sudah tidak berpartisipasi dalam pengelolaan hutan di kawasan TNBTS dan juga tidak lagi ikut serta dalam penanaman pohon di kawasan TNBTS.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108378

Actions (login required)

View Item View Item