Potensi ekstrak bawang putih tunggal dalam penurunan kadar ros, kadar IL-6, ekspresi IL-6, dan jumlah limfosit pada mencit (Mus musculus) galur balb C model aterosklerosis / Riza Rahayu Ilmawati

Ilmawati, Riza Rahayu (2020) Potensi ekstrak bawang putih tunggal dalam penurunan kadar ros, kadar IL-6, ekspresi IL-6, dan jumlah limfosit pada mencit (Mus musculus) galur balb C model aterosklerosis / Riza Rahayu Ilmawati. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Ilmawati, Riza. 2018. Potensi Ekstrak Bawang putih tunggal Terhadap Penurunan Kadar ROS, Kadar IL-6, Ekspresi IL-6, dan Jumlah Limfosit Pada Mencit (Mus musculus) Galur Balb-C Model Aterosklerosis. Tesis, Jurusan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si., (2) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Kata kunci : ekstrak bawang putih tunggal, aterosklerosis, kadar ROS, kadar IL-6, ekspresi IL-6, jumlah limfosit Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri akibat oksidasi lipoprotein yang menstimulasi respon imun bawaan dan respon imun adaptif (Tedgui & Mallat, 2006; Ait-Oufella et al., 2011). Aterosklerosis menyebabkan jantung koroner (Tanuwijaya, 2003). Penyebab utama aterosklerosis adalah pola hidup yang tidak sehat (Rahman, 2012). Makanan tinggi lemak (high fat diet) menyebabkan timbunan lemak meningkat. Lemak mengalami hidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol di dalam usus, kemudian melalui pembuluh chyll dibawa ke limfe dan melalui vena hepatika dibawa ke hati. Lemak di dalam hati mengalami hidrolisis menjadi vLDL yang akan dibawa ke sistem sirkulasi darah dan dengan bantuan enzim lipoprotein lipase vLDL diubah menjadi LDL (Sheperd, 2001). Peningkatan LDL menyebabkan peningkatan radikal bebas, yaitu ROS (Marco et al., 2013) seperti superoksida, peroksil, dan hidroksil (Shishehbor & Hazen, 2004; Alfanas’ev, 2011). Peningkatan ROS menyebabkan LDL mudah teroksidasi menjadi Ox-LDL (Galle et al., 2006), sehingga menyebabkan cedera vaskular dan disfungsi organ (Elahi & Matata, 2006; Fukai et al., 2007). Ox-LDL akan mengaktifkan sel endotel di dinding pembuluh darah, sehingga monosit aktif menjadi makrofag yang mengakibatkan terekspresinya Scavenger Receptor (SR). Aktivasi makrofag memicu aktivasi CD4 menjadi CD4+ dari sel T. Sel CD4+ berpolifersi menjadi sel T helper (Th). Makrofag dan Th 17 mensekresikan sitokin proinflamasi interleukin-6 (IL-6) (Abbas et al., 2015). Terapi yang umum digunakan untuk mengobati aterosklerosis antara lain dengan pemberian obat simvastatin. Penggunakan simvastatin mempunyai efek samping dapat mempengaruhi aktivitas sistem saraf (Orsi et al., 2001). Kecenderungan masyarakat beralih dari pengobatan sintetik menjadi herbal memungkinkan eksplorasi sumber daya alam Indonesia, yaitu tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif salah satunya adalah bawang putih tunggal. Senyawa organosulfur dalam bawang, yaitu asam amino non-volatil γ-glutamil-S-alk(en)il-L-sistein dan minyak atsiri S-alk(en)il-sistein sulfoksida atau alliin. Allicin dan 2-propene-1 sulfinothioic acid S-2-propenyl ester merupakan senyawa organosulfur turunan dari alliin. Konversi alliin menjadi allicin dengan bantuan enzim alliinase (Okada et al., 2005). Allicin memiliki aktivitas sebagai antioksidan (Febyan et al., 2015). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan RAK dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian berlangsung bulan April sampai November 2017 di Sub Laboratorium Fisiologi Hewan, kandang pemeliharaan hewan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, laboratorium Fitokimia UPT Materia Medika Batu, Laboratorium FAAL Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Patologi RS. Saiful Anwar Malang, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang, dan Institut BioSains Universitas Brawijaya Malang. Mencit model aterosklerosis dibuat dengan memberi pakan high fat diet selama 45 hari, kemudian mencit diberi perlakuan selama 30 hari. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu normal, model aterosklerosis, perlakuan simvastatin 26 mg/kgBB, perlakuan ekstrak bawang putih tunggal dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB, dan 50 mg/kgBB. Akhir perlakuan mencit di dislokasi dan dibedah untuk dikoleksi: (1) serum untuk diukur kadarnya menggunakan ELISA dengan antibodi ROS dan IL-6, (2) aorta dari jantung dibuat preparat untuk diukur ekspresinya menggunakan IHK-F dengan antibodi IL-6, limfosit dari sumsum tulang dan limpa dihitung jumlah sel menggunakan mikroskop cahaya dengan pewarnaan trypan blue. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang putih tunggal dosis 12,5 mg/kgBB signifikan menurunkan kadar ROS, kadar IL-6, ekspresi IL-6, dan jumlah limfosit.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 31 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108374

Actions (login required)

View Item View Item