Pengembangan panduan pelatihan kecerdasan adversitas berbasis permainan ketangkasan untuk siswa sekolah menengah pertama / Kartika Lorantina

Lorantina, Kartika (2019) Pengembangan panduan pelatihan kecerdasan adversitas berbasis permainan ketangkasan untuk siswa sekolah menengah pertama / Kartika Lorantina. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Lorantina, Kartika. 2019 Pengembangan Panduan Pelatihan Kecerdasan Adversitas Berbasis Permainan Ketangkasan untuk Siswa SMP. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag, M.Pd., (2) Dr. Carolina L Radjah, M.Kes. Kata Kunci : panduan pelatihan, kecerdasan adversitas, permainan ketangkasan Masa remaja sebagai periode perubahan artinya seseorang mengalami beberapa perubahan dalam diri seperti perubahan tubuh, minat, peran, emosi, nilai yang diyakini dan bersikap ambivalen pada perubahan. Dari beberapa perubahan tesebut, sikap ambivalen seseorang membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap daya juang siswa. Tingkat daya juang berpengaruh pada kesuksesan seseorang, oleh Stoltz dirumuskan dalam kecerdasan adversitas. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMPN 2 Ngimbang menunjukkan bahwa kecerdasan adversitas siswa termasuk kategori sedang dan rendah hal tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK dan tes kecerdasan adversitas yang diberikan pada siswa. Data yang diperoleh adalah sebesar 94% siswa termasuk camper dan 6% termasuk quitter dengan ciri siswa cenderung mengabaikan tugas yang diberikan apabila menemui kesulitan, mengikuti ekstra hanya sebatas memenuhi kewajiban, membolos dan lain sebagianya. Untuk meningkatkan kecerdasan adversitas siswa, guru BK belum memberikan perlakuan pada siswa. Peneliti berasumsi bahwa kecerdasan adversitas dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan panduan pelatihan kecerdasan adversitas berbasis permainan ketangkasan untuk siswa SMP yang berterima secara teoritik dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan, serta berterima secara praktik berdasarkan hasil uji lapangan. Keberterimaan produk dinilai oleh 2 orang ahli materi, 2 orang ahli media, dan 2 ahli pelatihan serta 2 orang calon pengguna. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1983) dengan tahapan sebagai berikut; 1) pengumpulan data; 2) pengembangan draft produk; 3) pengembangan produk; 4) uji lapangan awal; dan 5) uji lapangan terbatas. Sesuai tahapan pengembangan dari Borg & Gall produk dikembangkan berdasarkan hasil studi lapangan dan divalidasi oleh ahli. Hasil penilaian ahli dan calon pengguna menunjukkan nilai koefisien validitas yang tinggi, yaitu 1. Artinya panduan pelatihan kecerdasan adversitas berbasis permainan ketangkasan layak digunakan di sekolah dan berterima secara teoritik dan praktik. Panduan pelatihan kecerdasan adversitas memiliki beberapa kelemahan, yaitu 1) enis permainan ketangkasan jembatan tali dan jaring laba-laba memerlukan peralatan yang cukup banyak seperti 2 pohon minimal berdiameter 40cm, tali tambang, pipa carbon steel atau kayu, kawat sling, dan sebagai pengaman memerlukan webbing dan sling yang dihubungkan dengan tali caramanter elastic dan carabiner; 2) pelaksanaan permainan membutuhkan tempat yang cukup luas minimal memiliki panjang 15 meter dan lebar 10 meter. Panjang tali mempengaruhi tingkat kesulitan permainan; 3) pemasangan alat permainan jembatan tali membutuhkan 2 buah pohon minimal berdiameter 40 cm; 4) beberapa permainan kurang sesuai untuk siswa yang memiliki ketakutan pada ketinggian. Untuk mengatasi beberapa kelemahan tersebut peneliti memiliki beberapa saran untuk pengguna, yaitu 1) pengguna panduan adalah guru bimbingan dan konseling yang terampil melaksanakan pelatihan; 2) penerapan panduan pelatihan kecerdasan adversitas di sekolah lain perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah tersebut; 3) penggunaan alat tidak harus sesuai dengan petunjuk pada panduan, melainkan dapat diganti sesuai dengan sarana dan prasarana yang ada dengan syarat memenuhi standart keamanan; 4) guru bimbingan dan konseling dapat berkolaborasi dengan guru olahraga atau pembina pramuka untuk melaksanakan pelatihan; 5) guru bimbingan dan konseling harus mengetahui kondisi siswa sebelum mengikuti pelatihan. Sedangkan saran bagi peneliti selanjutnya, yaitu 1) penelitian dan pengembangan ini berbatas pada evaluasi formatif. Disarankan agar peneliti selanjutnya menguji keefektifan panduan menggunakan evaluasi sumatif; 2) Apabila akan dilaksanakan di sekolah lain, peneliti perlu menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik siswa di sekolah tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) > S2 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108019

Actions (login required)

View Item View Item