Pengembangan media komik digital dengan konsep mawas diri Ki Ageng Suryomentaram untuk meningkatkan regulasi emosi siswa sekolah menengah atas / Diorani Langensari

Langensari, Diorani (2019) Pengembangan media komik digital dengan konsep mawas diri Ki Ageng Suryomentaram untuk meningkatkan regulasi emosi siswa sekolah menengah atas / Diorani Langensari. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Langensari, Diorani. 2019. Pengembangan Media Komik Digital dengan Konsep Mawas Diri Ki Ageng Suryomentaram untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Siswa Sekolah Menengah Atas. Tesis, Program S2 Jurusan Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. (2) Dr. Triyono, M.Pd. Kata Kunci: komik digital, mawas diri Ki Ageng Suryomentaram, regulasi emosi Indonesia merupakan Negara yang memiliki budaya yang beragam. Keberagaman budaya itu disebut dengan multicultural atau multi budaya. Multi budaya atau keragaman budaya merupakan suatu peristiwa bertemunya berbagai budaya dengan suku, etnis, ras, bahasa, keyakinan, norma dan nilai-nilai yang mereka bawa. Nilai-nilai yang ada di Indonesia berbeda dengan nilai-nilai yang ada di budaya Barat. Adanya perbedaan itu karena adanya kesenjangan budaya antara budaya Barat dengan budaya Timur. Kesenjangan budaya terjadi karena nilai-nilai budaya Barat kurang cocok diterapkan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu memperhatikan konteks ke Indonesiaan yang kaya akan keragaman budaya sehingga lebih relevan dan efektif. Ada beberapa pendekatan budaya Timur yang cocok diterapkan dengan konteks masyarakat Indonesia. Salah satunya, yaitu Ilmu Psikologi Raos yang dikenal dengan Kawruh Jiwa, oleh Ki Ageng Suryomentaram. Di dalam Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram, terdapat konsep Mawas Diri. Konsep ini merupakan salah satu poin penting untuk mengetahui diri sendiri sebagai jalan mencapai jalan berpikir dan bertindak yang benar. Remaja saat ini memiliki kecenderungan kurang dalam komunikasi secara verbal, bersikap egosentris, individualis, dan kurang menghargai proses. Kecenderungan tersebut dapat terlihat dari perilaku siswa yang kurang dapat mengungkapkan emosinya secara wajar, terutama emosi negatif. Hal ini sesuai dengan fenomena yang ada di salah satu sekolah di SMA Malang, yang menyatakan bahwa siswa-siswa disekolah tersebut kurang dapat mengatur dan mengekspresikan emosinya secara tepat. Untuk dapat mengatur dan mengungkapkan emosi secara tepat, dibutuhkan regulasi emosi yang baik. Dalam hal ini, siswa membutuhkan media yang tepat untuk memberikan pemahaman tentang regulasi emosi. Media disini yaitu komik digital. Peneliti memilih media komik digital karena di era modern ini, internet sudah menjadi kebiasaan sehari-hari siswa untuk mengetahui informasi apapun itu dan agar siswa tidak jenuh serta bosan dalam menangkap isi yang disampaikan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan produk berupa media komik digital dengan konsep mawas diri Ki Ageng Suryomentaram untuk meningkatkan regulasi emosi siswa SMA. Tujuan khusus penelitian ini, adalah dapat mengembangkan media komik digital yang berguna, menarik, mudah dan tepat untuk siswa SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall (1983) yang terdiri dari beberapa tahap, antara lain: (1) pengumpulan data; (2) perencanaan; (3) mengembangkan produk awal; (4) uji coba produk awal; (5) revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan; (6) melakukan uji coba lapangan terbatas; dan (7) melakukan revisi produk akhir. Penelitian dan pengembangan media komik digital mawas diri Ki Ageng Suryomentaram ini melalui serangkaian uji ahli BK yang terdiri dari tiga orang ahli BK, tiga orang ahli media, satu orang ahli materi, tiga orang calon pengguna produk dan tujuh siswa SMAN 9 Malang yang mempunyai regulasi emosi rendah. Berdasarkan hasil pengembangan, media komik digital dengan konsep mawas diri Ki Ageng Suryomentaram untuk meningkatkan regulasi emosi siswa SMA, dapat disimpulkan bahwa media komik digital ini, berterima secara teoritis dan praktis menurut aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Penelitian ini, mengajukan saran-saran pemanfaatan, diseminasi dan peneliti selanjutnya. Saran pemanfaatan, yaitu: 1) berkolaborasi dengan ahli IT/ digital. Dimana ahli IT/ digital bagian untuk membuat aplikasinya dan peneliti yang membuat kontentnya/ isinya. Setelah dimasukkan ke dalam aplikasi berbasis android dan berbayar maka keuntungannya bisa di bagi dua, 2) melakukan observasi dilapangan atau melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu untuk melihat dan menyesuaikan karakteristik siswa dan kondisi di sekolah. Selanjutnya untuk saran diseminasi, yaitu untuk mengukur kebermanfaatan produk secara luas, produk ini perlu di uji coba pada kelompok yang lebih besar dan disesuikan dengan karakteristik peserta didik dan kondisi di sekolah. Sedangkan saran untuk penelitian lebih lanjut yaitu dapat menguji keefektifan dan dapat mengembangkan media komik digital ini melalui aplikasi yang berbasis android.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) > S2 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/108018

Actions (login required)

View Item View Item