Students' foreign language anxiety in speaking English / Etania Adisi Agustin

Agustin, Etania Adisi (2017) Students' foreign language anxiety in speaking English / Etania Adisi Agustin. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRACT Agustin, Etania Adisi. 2017. StudentsÔÇÖ Foreign Language Anxiety in Speaking English. SarjanaÔÇÖs Thesis, Department of English, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Suharyadi, M. Pd, (II) Dr. Ekaning Dewanti Laksmi, M. Pd, M. A. Key Words: foreign language anxiety, speaking, ELT students Speaking in a foreign language can be an anxiety provoking situation for some people, without exception for ELT students who have been learning English for years and have teaching experience. Foreign language anxiety has long been an interesting topic to investigate. However, there is only little information of foreign language anxiety faced by ELT students in Indonesia, especially foreign language anxiety in speaking. This study aims to investigate: 1) ELT studentsÔÇÖ foreign language anxiety level, 2) their beliefs on factors affecting their foreign language anxiety in speaking, and 3) foreign language anxietyÔÇÖs influence to their teachingÔÇÖs decision as future teachers. This study was done using quantitative and qualitative approach. The subjects were 16 ELT students of English Department of Universitas Negeri Malang who had done teaching internship in schools. The data were obtained through distributing questionnaires and conducting interview. Two types of questionnaires were used in this study: TFLAS (Teacher Foreign Language Anxiety Scale) and FLCAS (Foreign Language Classroom Anxiety Scale). The questionnaires were used since it was proved to be reliable. TFLAS was used to investigate studentsÔÇÖ foreign language anxiety level as teachers. Meanwhile, FLCAS was used to investigate studentsÔÇÖ foreign language anxiety level as students. The findings of this study revealed that: 1) Most of the ELT students (63% from the result of TFLAS and 56% from the result of FLCAS) experienced low anxiety level. 2) Five factors were found to be anxiety provoking; they were fear of making mistakes, fear of forgetting vocabulary, fear of bad judgment, lack of confident, and perception of language proficiency. 3) Foreign language anxiety in speaking did not give significant influence to the studentsÔÇÖ teachingÔÇÖs decision as teachers to be. It can be concluded that most of the ELT students experienced low anxiety level, and the most anxiety provoking factor was fear of making mistakes. Although foreign language anxiety did not influence students significantly, it is important to give more attention to foreign language anxiety since it could give negative effect. Therefore, ELT students are expected to be aware of their foreign language anxiety and try to find suitable ways to cope with it while keep trying to improve their language proficiency. Meanwhile, English educators are expected to help students who seem to experience foreign language anxiety. They are also expected to create a stress-free class to provide relaxing environment for students to learn. The last, a suggestion is proposed for future researchers who are interested in conducting similar study. They are expected to conduct further research on foreign language anxiety with larger participants and broader interview questions. ABSTRAK Agustin, Etania Adisi. 2017. Kecemasan Berbahasa Asing Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharyadi, M. Pd, (II) Dr. Ekaning Dewanti Laksmi, M. Pd, M. A. Kata Kunci: kecemasan berbahasa asing, berbicara, mahasiswa pendidikan bahasa Inggris Berbicara dalam bahasa asing bisa menjadi situasi yang menimbulkan kecemasan untuk beberapa orang, tanpa terkecuali untuk mahasiswa pendidikan bahasa Inggris yang telah mempelajari bahasa Inggris bertahun-tahun dan telah memiliki pengalaman mengajar. Kecemasan dalam berbahasa asing telah lama menjadi tema bahasan yang menarik untuk diteliti. Namun, hanya sedikit informasi yang tersedia mengenai kecemasan terhadap bahasa asing yang dihadapi oleh mahasiswa pendidikan bahasa Inggris di Indonesia, terutama kecemasan berbahasa asing dalam berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti: 1) Tingkat kecemasan berbahasa asing pada mahasiswa bahasa Inggris, 2) pendapat siswa mengenai faktor yang mempengaruhi kecemasan tersebut, dan 3) pengaruhnya terhadap keputusan mengajar mahasiswa sebagai guru dimasa yang akan datang. Penelitian ini diselesaikan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 16 mahasiswa pendidikan bahasa Inggris Universitas Negeri Malang yang telah menjalani praktik mengajar di sekolah. Data diperoleh dari menyebarkan kuisioner dan melaksanakan wawancara. Penelitian ini menggunakan dua jenis kuisioner. Kuisioner tersebut adalah TFLAS (Teacher Foreign Language Anxiety Scale) dan FLCAS (Foreign Language Classroom Anxiety Scale). Kedua kuisioner digunakan karena terbukti dapat dipercaya. TFLAS digunakan untuk meneliti tingkat kecemasan berbahasa asing mahasiswa sebagai guru. Sedangkan FLCAS digunakan untuk meneliti tingkat kecemasan berbahasa asing mahasiswa sebagai siswa. Penemuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) Sebagian besar dari mahasiswa pendidikan bahasa Inggris (63% dari hasil kuisioner TFLAS dan 56% dari hasil kuisioner FLCAS) mengalami kecemasan tingkat rendah. 2) Ditemukan lima faktor yang memicu kecemasan; faktor-faktor tersebut adalah ketakutan dalam membuat kesalahan, ketakutan pada melupakan kosa kata, ketakutan pada tanggapan negatif, kurangnya kepercayaan diri, dan pandangan terhadap kemampuan berbahasa. 3) Kecemasan berbahasa asing tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap keputusan mahasiswa dalam mengajar sebagai calon pengajar. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa pendidikan bahasa Inggris mengalami kecemasan berbahasa tingkat rendah dan faktor pemicu kecemasan terbesar adalah ketakutan dalam membuat kesalahan. Walaupun kecemasan berbahasa asing tidak mempengaruhi siswa secara berarti, kecemasan dalam berbahasa asing perlu diberikan perhatian lebih karena hal ini dapat mempengaruhi siswa secara negatif. Oleh karena itu, mahasiswa bahasa Inggris diharapkan untuk sadar akan kecemasan yang mereka alami dan mencari cara yang sesuai untuk mengatasinya sembari terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka. Sementara itu, para pendidik bahasa Inggris diharapkan untuk membantu siswa yang terlihat mengalami kecemasan berbahasa asing. Para pendidik juga diharapkan untuk menciptakan kelas yang bebas tekanan sehingga siswa dapat belajar dengan baik. Terakhir, sebuah saran ditujukan untuk peneliti dimasa yang akan datang yang tertarik untuk mengadakan penelitian yang serupa; peneliti diharapkan untuk mengadakan penelitian yang lebih mendalam terhadap kecemasan terhadap bahasa asing dengan cakupan subjek penelitian yang lebih luas dan pertanyaan wawancara yang lebih mendalam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S1 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Sep 2017 04:29
Last Modified: 09 Sep 2017 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/10375

Actions (login required)

View Item View Item