Identitas sosial mahasiswa Papua di Kota Malang / Ahmad Maulana Rizky

Rizky, Ahmad Maulana (2019) Identitas sosial mahasiswa Papua di Kota Malang / Ahmad Maulana Rizky. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Rizkky, Ahma Maulana. 2011. Identitas Sosial Mahasiswa Papua Di Kota Malang, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si., (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata Kunci: Identitas Sosial, Mahasiswa, Daerah Papua. Teori identitas sosial dipelopori oleh Henri Tajfel pada tahun 1957 dalam upaya menjelaskan prasangka, diskriminasi, perubahan sosial dan konflik antar kelompok. Menurut Tajfel (1982), identitas sosial adalah seseorang yang berasal dari pengetahuan mereka tentang keanggotaan dalam suatu kelompok social bersama dengan signifikansi nilai dan emosional dari keanggotaan tersebut. Identitas sosial berkaitan dengan keterlibatan, rasa peduli dan juga rasa bangga dari keangootaan dalam suatu kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaima identitas sosial mahasiswa Papua. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada tiga mahasiswa daerah Papua. Pengumpulan data ini menggunakan wawancara dengan pedoman wawancara sebagai acuannya, partisipan sebagai observer. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data, member check, memperpanjang keikutsertaan penelitian dan ketekunan penelitian. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui identitas sosial mahasiswa asli daerah Papua. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : a) Keterlibatan aktivitas kedaerahan hal membuat subjek tetap menjaga adat dan tradisi atau adat yang mereka lakukan di Papua. Walaupun subjek bergaul dengan mahasiswa lain dari luar daerah Papua, mampu mempertahankan identitas subjek sebagai masyarakat asli Papua. b) Tetap mempertahanan nilai-nilai tersebut, nilai tersebut berasal dari tiga sumber yakni adat, organisasi kedaerahan dan orang tua. Ada evaluasi dan group self-esteem yang positif terhadap kelompok kedarahannya. c) persaan pertama kali subjek ke malang yakni cemas, takut menyinggung perasaan orang lain karena perbedaan kedaerah. ketakutan Subjek akan merasa tersingung jika subjek merasa terdiskriminasi. Subjek akan merasakan bangga jika ada orang-orang diluar dari daerah papua bertnya mengenai kedaerahan subjek. Saran yang dapat diberika terhadap penelitian: 1) Subjek seharusnya lebih bisa terbuka terhadap penelitian. Sehingga keterbukaan informasi bisa digali lebih mendalam. 2) Sebaiknya tidak terlalu memberikan kesan diskriminatif terhadap mahasiswa asli dari daerah. 3) Menggali lebih dalam terhadap penelitian berikutnya sehingga mendapatkan data-data yang mendalam dan berguna bagi penelitian berikutnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) > Jurusan Psikologi (PSi) > S1 Psikologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/101322

Actions (login required)

View Item View Item