Hubungan antara religiusitas dan pemaafan pada wanita bercerai korban perselingkuhan di Kabupaten Pasuruan / Muzakki Ahmad Ardiansyah

Ardiansyah, Muzakki Ahmad (2019) Hubungan antara religiusitas dan pemaafan pada wanita bercerai korban perselingkuhan di Kabupaten Pasuruan / Muzakki Ahmad Ardiansyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Ardiansyah, Muzakki A. 2019. Hubungan antara Religiusitas dan Pemaafan pada Wanita Bercerai Korban Perselingkuhan di Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi Kata Kunci: Religiusitas, Pemaafan, Wanita bercerai, Perselingkuhan Pada masa sekarang ini angka perceraian dan perselingkuhan semakin meningkat dari tahun- ke tahun. Lebih banyak kasus ini dialami oleh wanita yang korban perselingkuhan oleh suami. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan melakukan pemaafan pada kejadian masa lalu. Religiusitas telah dipelajari sebagai salah satu faktor yang dapat memunculkan pemaafan. Religiusitas yang tinggi berpotensi melahirkan pemaafan pada diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara religiusitas dan pemaafan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan racangan deskriptif korelasional. Jumlah sampel penelitian adalah 30 orang wanita bercerai karena perselingkuhan mantan suami di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan skala Centrality Religious Scale (CRS) dengan reliabilitas 0,917 dan skala Pemaafan dengan reliabilitas 0,878. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) mayoritas wanita bercerai akibat perselingkuhan mantan suami di Kabupaten Pasuruan memiliki religiusitas rendah, (2 mayoritas wanita bercerai akibat perselingkuhan mantan suami di Kabupaten Pasuruan memiliki pemaafan rendah, (3) Religiusitas berkorelasi positif dengan pemaafan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 ≤ 0,05 dan nilai korelasi sebesar 0,819. Hal ini berarti semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi pula pemaafan pada wanita bercerai di Kabupaten Pasuruan. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) bagi para wanita bercerai korban perselingkuhan di Kabupaten Psuruan dapat meningkatkan religiusitas dan pemaafan yang dimiliki serta tidak berfokus pada pengalaman buruk masa lalu agar memberikan kedamaian psikologis pada kehidupan sekarang ini, (2) bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi serta dapat mengembangkan penelitian mengenai religiusitas dan pemaafan pada karakteristik subjek yang sama atau lebih baik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) > Jurusan Psikologi (PSi) > S1 Psikologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/101301

Actions (login required)

View Item View Item