Perbedaan tingkat berbohong dalam berpacaran ditinjau dari gender pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Dewi Indah Prastiwi

Prastiwi, Dewi Indah (2014) Perbedaan tingkat berbohong dalam berpacaran ditinjau dari gender pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Dewi Indah Prastiwi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Prastiwi, D.I. 2014. Perbedaan Tingkat Berbohong dalam Berpacaran ditinjau dari Gender PadaMahasiswaFakultas Ekonomi UniversitasNegeri Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (2)Drs. Mohammad Bisri, M.Si. Kata kunci: tingkat berbohong, mahasiswa, gender Berbohong dalam berpacaran adalah pemberian pesan yang tidak benar kepada orang lain (pasangan) tentang perasaan, prestasi (pengetahuan), tindakan (rencana), alasan (penjelasan), dan fakta dengan maksud untuk membohongi dan memberikan keuntungan bagi dirinya sendiri. Kebohongan dalam berpacaran lebih sering dilakukan oleh laki-laki dari pada perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi tingkat berbohong dalam berpacaran mahasiswa perempuan, deskripsi tingkat berbohong dalam berpacaran mahasiswa laki-laki, serta melihat apakah ada perbedaan tingkat berbohong dalam berpacaran pada mahasiswa ditinjau dari gender nya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Subjek penelitian adalah 170 mahasiswa yang berpacaran yang terdiri dari 85 mahasiswa perempuan dan 85 mahasiswa laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala berbohong dalam berpacaran dengan reliabilitas sebesar 0,906. Analisis uji beda dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik denganrumusindependent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat berbohong dalam berpacaran ditinjau dari gender(p=0,000 sig. <0,05). Mahasiswa laki-laki mempunyai tingkat berbohong yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perempuan. Hasil uji hipotesis ini diperkuat dengan hasil deskriptif yang menunjukkan bahwa 71,77% mahasiswa laki-laki masuk ke dalam kategori berbohong tinggi. Berdasarkan penelitian ini diharapkan bagi mahasiswa dapat dijadikan bahan instropeksi diri, dimana berbohong dalam berpacaran bukanlah hal yang baiku ntuk dilakukan karena dapat merusak hubungan dan bagi praktisi psikologi perlu di adakannya penyuluhan-penyuluhan atau edukasi tentang dampak negative berbohong kepada anak-anak muda yang berpacaran agar dapat meminimalisir perceraian dalam pernikahan

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) > Jurusan Psikologi (PSi) > S1 Psikologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 May 2014 04:29
Last Modified: 09 Sep 2014 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/100907

Actions (login required)

View Item View Item