Identifikasi indeks kekeringan berbasis penginderaan jauh sebagai arahan pemetaan potensi kebakaran hutan (studi kasus: Arjuno-Welirang dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) / Imam Abdul Gani Alfarizi

Alfarizi, Imam Abdul Gani (2019) Identifikasi indeks kekeringan berbasis penginderaan jauh sebagai arahan pemetaan potensi kebakaran hutan (studi kasus: Arjuno-Welirang dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) / Imam Abdul Gani Alfarizi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Alfarizi, Imam Abdul Gani. 2019.Identifikasi Indeks Kekeringan Berbasis Penginderaan Jauh sebagai Arahan Pemetaan Potensi Kebakaran Hutan (Studi kasus: Arjuna-Welirang dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si, Ike Sari Astuti, S.P, M.Nat.Res.St., Ph.D. (II) Kata Kunci: Kekeringan, Penginderaan Jauh, Hutan,Kebakaran Hutan, Hutan area Arjuna-Welirang dan TNBTS merupakan hutan yang memiliki wilayah yang luas dan memiliki data kebakaran hutan dari tahun 2014-2018, terjadi 79 titik kebakaran hutan dari data BNPB. Hutan yang terbakar karena berkurangnya kelembapan di hutan tersebut,potensi kebakaran dapat di identifikasi kekeringan dengan pendekatan penginderaan jauh dengan menggunakan Landsat 8 OLI/TIRS. Terdapat 3 indeks yang digunakan untuk mendeteksi kekeringan yang berguna untuk mengetahui indeks yang memiliki akurasi terbaik dan stabil, yaitu indeks Temperature Vegetation Dryness Index (TVDI) (SandHolt, 2002), Vegetation Health Index (VHI) (Kogan, 1997), dan Normalized Difference Drought Index (NDDI) (Lee 2018). Uji yang digunakan terdapat Uji Komparasi secara visual dengan menggunakan citra resolusi tinggi, hasil akurasi untuk Arjuna-Welirang pada indeks TVDI sebesar 96%, indeks VHI sebesar 30% dan indeks NDDI sebesar 34%. Hasil akurasi untuk TNBTS sebesar 79% indeks VHI sebesar 96% dan Indeks NDDI sebesar 41%. Uji Akurasi yang kedua berbasis Penginderaan Jauh diuji korelasi dengan indeks berbasis Meteorologi yaitu indeks Standardized Precipitation Index (SPI), Hasil Korelasi daerah Hutan Arjuna-Welirang -0,95 masuk kelas korelasi sangat kuat,indeks VHI memiliki nilai 0,81 masuk kelas korelasi sangat kuat, nilai indeks NDDI memiliki nilai 0,459 masuk kelas korelasi sedang. Hasil Korelasi daerah TNBTS menunjukan indeks TVDI memiliki nilai -0,673 masuk kelas korelasi kuat, Indeks VHI memiliki nilai 0,884 masuk korelasi sangat kuat, dan indeks NDDI memiliki nilai 0,566 masuk kelas korelasi sedang. Hasil uji akurasi tertinggi pada hutan Arjuna-Welirang adalah indeks TVDI dan di hutan TNBTS adalah indeks VHI. Hasil identifikasi kekeringan indeks tersebut digunakan untuk menganalisis potensi kebakaran hutan dari teori beberapa peneliti. Identifikasi kekeringan berbasis penginderaan jauh untuk tahun 2014-2018 digunakan sebagai arahan hasil potensi kebakaran hutan, hasil dari lokasi Hutan Arjuna-Welirang memiliki 4 kelas yaitu daerah tidak berpotensi Kebakaran seluas 18.668,37 Ha, daerah berpotensi kebakaran setelah 3 bulan musim kemarau seluas 5.101,68 Ha, Luas daerah berpotensi kebakaran setelah 1 bulan musim kemarau 213,04 Ha. Luas daerah potensi kebakaran akibat manusia sebesar 145,21 Ha. Lokasi TNBTS daerah tidak berpotensi kebakaran seluas 386,27 ha, daerah berpotensi kebakaran setelah 3 bulan 7.313,37 Ha, luas daerah berpotensi kebakaran setelah 1 bulan 565,41 Ha dan luas potensi kebakaran akibat manusia seluas 746,12 Ha.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S1 Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 27 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/100094

Actions (login required)

View Item View Item