Analisis tren fenologi pasture di Queensland tahun 2009-2018 menggunakan modis-8day-composite: studi kasus DAS Fitzroy / Mohammad Irvan Aditya

Aditya, Mohammad Irvan (2019) Analisis tren fenologi pasture di Queensland tahun 2009-2018 menggunakan modis-8day-composite: studi kasus DAS Fitzroy / Mohammad Irvan Aditya. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Aditya, Mohammad Irvan. 2019. Analisis Tren Fenologi Pasture di Queensland Tahun 2009-2018 Menggunakan MODIS 8-Day Composite: Studi Kasus DAS Fitzroy. Program Studi Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ike Sari Astuti, S.P, M.Nat.Res.St, Ph.D. (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Fenologi, Pasture, MODIS, Iklim, DAS Fitzroy. Perubahan iklim telah menyebabkan meningkatnya suhu dan merubah pola hujan di Australia. Sekitar 85,87% luas wilayah Queensland merupakan padang rumput yang dimanfaatkan untuk bahan baku primer bagi industri peternakan. Sementara itu perubahan iklim memiliki dampak pada kualitas dan kuantitas padang rumput yang tentunya akan berdampak pada industri peternakan. Untuk itu perlu adanya penelitian mengenai fenologi pasture untuk memahami interaksi variabel iklim terhadap seasonal parameters pasture. Penelitian ini berjudul “Analisis Tren Fenologi Pasture di Queensland Tahun 2009-2018 Menggunakan MODIS 8-Day Composite: Studi Kasus DAS Fitzroy”, memiliki tujuan untuk menganalisis tren seasonal parameters pasture, korelasi seasonal parameters pasture dengan curah hujan dan suhu, dan menganalisis sensitivitas seasonal parameters pasture terhadap curah hujan dan suhu di DAS Fitzroy. Penelitian ini menggunakan citra MODIS 8-Day Composite, dan data curah hujan dan suhu dari stasiun iklim. Metode smooting Asymmetric Gaussian (AG), Double Logistic (DL), Savitzky-Golay (SG) dari software TIMESAT diterapkan pada data time series. Data flux tower berbasis ecosystem respiration (RECO) digunakan untuk validasi hasil smooting data time series. Analisis regresi linier diterapkan untuk mengetahui tren Start of Season (SOS) dan End of Season (EOS). Analisis korelasi pearson dan model sensitivitas diterapkan untuk memahami peran curah hujan dan suhu pada seasonal parameters. Terdapat variasi dan fluktuasi SOS/EOS dari tahun 2009-2018. Gangguan lingkungan seperti hujan ekstrim, kekeringan, dieback, dan toksisitas diduga memiliki efek terhadap fluktuasi SOS dan EOS. SOS dan EOS memiliki persentase tren signifikan yang sangat kecil karena fluktuasi cukup tinggi dari 2009-2018. Secara umum SOS memiliki tren penundaan sebesar 8,5hari/tahun dan untuk EOS lebih cepat 7,3hari/tahun. Hasil analisis korelasi menjelaskan bahwa kondisi yang basah dan lebih dingin pada pre-SOS dan pre-EOS akan mempercepat SOS dan menunda EOS. Peningkatan curah hujan pada pre-SOS dan pre-EOS akan mempercepat SOS 0,25hari/mm dan menunda EOS 0,32hari/mm. Sementara peningkatan suhu pre-SOS dan pre-EOS akan menunda SOS 41,90hari/oC dan mempercepat EOS 26,15hari/oC. SOS memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap suhu dibandingkan EOS, sementara EOS memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap curah hujan dibandingkan SOS. Upaya pengendalian perubahan iklim menjadi hal yang penting untuk menjaga pola fenologi pasture. Sistem manajemen pasture perlu terus dikembangkan untuk tetap menjaga produktivitas pasture dari ancaman perubahan iklim.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S1 Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 12 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/100092

Actions (login required)

View Item View Item