Perbedaan potensi mata air berdasarkan formasi geologi di sub das Metro bagian selatan Kabupaten Malang / Neneng Khoirun Nisak

Nisak, Neneng Khoirun (2019) Perbedaan potensi mata air berdasarkan formasi geologi di sub das Metro bagian selatan Kabupaten Malang / Neneng Khoirun Nisak. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vii RINGKASAN Nisak, Neneng Khoirun. 2018. Perbedaan Potensi Mata Air Berdasarkan Formasi Geologi Di Sub Das Metro Bagian Selatan Kabupaten Malang 2018. Skripsi, Program Studi Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Dr. Didik Taryana, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si, Kata Kunci: potensi mata air, formasi geologi, sub das metro selatan. Sub DAS Metro Bagian Selatan memiliki jenis batuan yang didominasi oleh batuan beku pada formasi endapan gunung api Qpvb, Qptm, dan Qpkb. Perbedaan jenis batuan membuat potensi mata air berbeda di setiap formasi, baik dari kualitas maupun kontinuitas. Pemerintah Kabupaten Malang telah berencana mengganti pemakaian air sumur dan air sungai untuk kebutuhan pokok ke mata air kecuali untuk Kecamatan Poncokusumo sebagai upaya dalam perlindungan air tanah. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap potensi mata air dan terbatasya data tentang potensi mata air berdasarkan formasi geologi, maka penelitian sangat diperlukan untuk menunjukkan bahwa mata air yang diteliti mampu menjadi pengganti air sumur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Kontinuitas dan kualitas mata air berdasarkan formasi geologi Sub DAS Metro Selatan. Analisis potensi mata air dilakukan dengan mengetahui perbedaan kontinuitas, kualitas menggunakan uji beda satu sampel, dan membandingkan data kualitas mata air dengan standar baku mutu air minum menurut PERMENKESRINo.492/ MENKESPER / IV / 2010. Jenis penelitian adalah survey, dengan jenis data kuantitatif dengan mengumpulkan data primer berupa kontinuitas dan kualitas melalui wawancara, uji laboraturium, dan data instansi terkait. Analisis data kontinuitas dan kualitas di lakukan dengan uji beda satu sampel -t, dan membadingkan kualitas air mata air dengan standart baku mutu air minum menggunakan analisis deskritif komparatif. Analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam kontinuitas mata air berdasarkan formasi geologi. Berdasarkan kontinuitas sembilan mata air hanya tujuh mata air yang memiliki potensi, dan dua mata air dapat dikatakan tidak berpotensi maupun dieksploitasi. Kontinuitas terbaik dari sembilan mata air yang ada terdapat pada mata air Sumber Ubalan. Terdapat perbedaan kualitas air berdasarkan formasi geologi yang disebabkan oleh pelarutan batuan, dengan potensi kualitas terbaik yang ditemukan di mata air Sumber Dilem. Berdasarkan standar kualitas air menurut PERMENKES No.492 / MENKES / PER / IV / 2010 termasuk dalam kelompok A, yang berarti bahwa air dapat dikonsumsi tanpa pengolahan. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian dari (1) kondisi kontinuitas dengan debit lebih dari 100 l / d diharapkan mata air dapat dikelola lebih lanjut seperti produksi air kemasan dan wahana wisata air. (2) Untuk kualitas mata air, diharapkan kegiatan warga dan industri yang dapat menyebabkan pencemaran menjauh dari kawasan konservasi mata air, sehingga kualitas mata air tetap terjaga. (3) Berdasarkan standar kualitas air, diharapkan mata air akan dikelola dengan baik untuk kebutuhan sesuai fungsi mata air dengan golongan A / I.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S1 Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 04 Mar 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/100067

Actions (login required)

View Item View Item